Andai Ibu Masih Ada

1133 Kata

Romi Suasana semakin tidak nyaman, saat Rani memutuskan meninggalkan ruang makan. Baru kali ini juga, aku melihat Rani berani bertindak di depan mama. Itu artinya, dia sudah cukup kecewa, dan aku yakin dia menghindar untuk menangis. "Romi, duduk, mama mau bicara!" Baru saja aku hendak menyusul Rani, tapi mama langsung menahanku. Terpaksa aku menurut, jika sudah begini aku bingung. Mana yang harus aku prioritaskan, Rani atau Mama? Dua-duanya adalah wanita penting dalam hidupku. Tapi aku rasa, kali ini cara mama benar-benar keterlaluan walau aku tahu maksud dan niat mama sebenarnya baik. "Mama rasa Rani, makin lama makin berubah ya. Dikasih tau yang baik, malah tersinggung. Manusia makin lama kita mengenalnya, semakin menunjukkan gimana sifat aslinya, dulu Rani nggak seberani ini." Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN