"Pak Hendra," panggil Sabiya pada seorang lelaki dewasa yang ditemuinya di pelataran apartemen. Wajah terkejut dengan sikap salah tingkah itu menyambut. Membuat Sabiya mengerutkan keningnya. "Bapak ngapain di sini?" tanyanya menyelidik. Ini sedikit aneh. Kalau memang Pak Hendra tidak memiliki maksud lain pasti sikapnya akan biasa saja. Bukan malah terlihat terkejut dan salah tingkah. Seperti baru saja dipergoki karena mencuri. "Saya hanya kebetulan lewat, Bu," jawab Pak Hendra dengan nada ragu. Semakin membuat Sabiya curiga. Apalagi alasannya terdengar tidak masuk akal. Sabiya justru akan lebih percaya jika Pak Hendra mengatakan ingin mengambil berkas yang tertinggal atas suruhan Romeo. Jelas itu hal yang masuk akal. Bukan malah berkeliling di siang hari sampai tidak sengaja lewat di

