Romeo tersenyum di sepanjang koridor apartemen. Hari ini Romeo sengaja pulang lebih awal agar bisa cepat menemui istrinya. Romeo sudah memikirkan semuanya. Lantaran bantuan Rieena berupa nasihat yang diucapkan dengan nada marah dan wajah memerah itu, Romeo sadar jika sudah waktunya Romeo kembali mengejar Sabiya. Romeo akan berperan seperti Romeo yang dulu. Tidak peduli dengan penolakan dan berkepala keras karena memaksa Sabiya untuk kembali padanya. Jika perlakuan lembut tidak mampu mencuri hati Sabiya, Romeo akan bertindak agresif. Dengan harapan istrinya bisa kembali mempercayainya dan membuat Sabiya kembali ke pelukannya. Apalagi sekarang ada buah cinta mereka yang turut membantu Romeo. Agar Sabiya tetap memilih Romeo. Mengenai sakit hati Sabiya, Romeo sudah memikirkan itu juga. Hat

