Sabiya menatap sendu pada rintikan hujan yang mengenai jendela kaca di apartemen Erika. Bibirnya tersenyum seraya mengusap perutnya lembut. Antara senang dan sepi. Sabiya senang melihat rintikan hujan itu, membuat suasana menjadi lebih tenang. Tapi ada yang berkurang dalam kondisi seperti ini. Biasanya Romeo akan merengek padanya dan enggan melepaskan pelukan. Mengatakan ingin terus berada di apartemen untuk menemaninya seharian. Romeo memang tidak pernah tega membiarkan Sabiya di apartemen sendirian saat kondisinya seperti ini. Apalagi jika hujan lebat dilengkapi sambaran petir. Berakhir Romeo tetap ke kantor atas paksaan dari Sabiya. Semua itu nampak indah dalam bayangan. Menimbulkan lengkungan senyum namun tidak begitu indah saat sampai ke hati. Cukup memberi efek yang mengganggu kese

