"A-aku bisa sendiri," Jervan tidak mendengar ucapan Leona barusan, Pria itu terus melanjutkan kegiatannya menyiapkan obat yang akan diminum istrinya itu. Leona menghela nafasnya panjang, Seharian ini jervan terus melakukan hal-hal yang membuatnya sangat bingung. Pria itu terus saja memperlakukannya dengan sangat baik, Mulai dari membantu nya rebahan, mengambilkan makanan serta menyiapkan obat yang akan dia minum. Sikap perhatian yang Jervan lakukan padanya semakin membuatnya takut, takut jika Pria itu memang benar sedang merencanakan sesuatu. "Tidurlah,Jangan terlalu sering begadang. Itu tidak baik untuk kesehatanmu dan calon anak kita," "Jervan, ada yang ingin Aku tanyakan padamu," Jervan hanya berdehem. "Apa yang sedang Kamu rencanakan ? Sikapmu benar-benar sangat Aneh. Bukankah

