Suasana di meja makan sangat hening, Pagi ini Oma meminta Jervan dan Leona untuk menemaninya sarapan bersama. Karena kondisi Nyonya Carlona masih belum terlalu membaik, beliau tidak bisa mengikuti sarapan bersama. Sejak tadi pandangan Jervan tidak lepas dari Leona, Pria itu tidak henti-henti nya melayangkan tatapan tajamnya pada wanita yang duduk bersebrangan dengannya itu. Sang oma yang melihat pun hanya bisa menghela nafasnya panjang. Belum sempat memasukkan makananya kedalam mulutnya, Tiba-tiba Leona merasa mual. "Leona, Kamu kenapa?" Tanya Oma dengan raut wajah khawatir nya. Leona tidak menjawab, Wanita itu berusaha untuk menahan agar tidak muntah. Namun semakin lama perutnya semakin terasa mual, Merasa tidak bisa menahannya lagi, Leona pun langsung berlari menuju kamar mandi. "

