Jervan sudah kembali ke rutinitas biasanya. Pria itu dibuat sibuk dengan pekerjaan kantor yang sudah menumpuk akibat ditinggal berlibur kemarin. Sedangkan leona, wanita itu sudah mulai sedikit menerima kenyataan, percuma jika dia menangis menyesali semuanya. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, semua yang sudah terjadi tidak akan bisa kembali seperti semula lagi. "Selamat siang nyonya. Ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan jervan," ucap salah satu pelayan pada nyonya mariana yang tengah mengobrol santai dengan leona di halaman belakang rumah. "Siapa ?" "Saya tidak tahu nyonya, wanita itu terlihat sangat cantik dan juga tinggi," Mendengar ciri-ciri yang pelayannya sebutkan membuat oma langsung merubah ekspresinya menjadi was-was. "Suruh dia masuk," "Sayang kamu tunggu disini sebentar ya

