Part 17Berbadan Dua dalam Kesedihan “Mas, sarapannya udah, nih.” Andini meletakkan mi kuah pesanan Dion di meja makan. “Bawa sini aja!” Dion yang duduk di kursi depan televisi menjawab tanpa menoleh. Ia sedang asyik menonton layar tujuh belas inc itu. “Ini, Mas.” Andini menata makanan dan segelas minuman air putih di meja depan kakak iparnya itu duduk. Ketika ia akan beranjak dari tempat itu, tangan kekar Dion menyambar lengannya. Andini terperanjat. Ia menatap kakak suaminya itu dengan wajah pucat pasi. “Bikinin aku kopi!” Dion menatap tajam wanita mungil yang berusaha melepaskan pegangan tangannya. “I-iya, Mas. Lepasin tanganku.” Andini menarik tangannya kencang dan berhasil. Buru-buru ia berjalan ke dekat meja makan. Membuatkan kopi yang diminta oleh Dion dengan hati resah. “Duh …

