Part 18Pemuas Nafsu Majikan “Andini …! Buka pintunya! Kok, pake dikunci segala, sih!” suara teriakan dan ketukan di pintu kamarnya pagi itu, membangunkan Andini yang masih terlelap. Gegas wanita itu membuka pintu karena ia tahu itu adalah suara suaminya yang memanggil. “Kok, baru pulang, Mas?” “Masih untung aku pulang! Kalau gak pulang-pulang gimana?” Ardi melewati tubuh istrinya, lalu menghempaskan dirinya di kasur. “Biasanya, Mas kan selalu pulang hari Sabtu sore atau malam.” Andini masih penasaran karena suaminya baru pulang ke rumah di pagi hari Minggu itu. Ia sampai tidak bisa tidur tadi malam karena khawatir. “Udah … jangan dibahas! Aku mau tidur!” Ardi memejamkan matanya. Semalaman ia menghabiskan waktunya minum-minum di sebuah warung di kota. Pemilik warung lalu membiarkannya

