Part 19Pernikahan Penuh Derita Andini terpaku melihat mangga muda yang dibelinya kemarin siang di pasar itu sudah terjun bebas di halaman belakang rumah. Ia menatap Ardi tak percaya. Lelakinya itu sudah berubah total sejak hari Kamis kemarin, ketika Andini memberitahu kemungkinan ia hamil buah hati mereka. Tidak ada lagi Ardi yang tergila-gila padanya sebelum mereka menikah enam bulan yang lalu. Andini tidak tahu, ada apa dengan suaminya itu. “Ayo! Aku antar ke bidan sekarang! Gugurkan kandunganmu. Aku kan sudah bilang, belum mau punya anak!” Ardi berkata hampir berteriak, ia benar-benar bertambah emosi melihat Andini yang mengabaikan perintahnya. “Tapi kenapa, Mas? Aku mau anak ini lahir!” Andini mulai menangis. Ia tak menyangka Ardi benar-benar serius ingin membuang janinnya. “Karena

