Part 28Rujuk Andini menggelengkan kepalanya. Ia hanya menatap wajah pria yang selalu memotong pendek rambut lurusnya, menyisir ke samping dan rambut tipis di atas telinga, membuat Hendra terlihat lebih tampan. Apalagi brewok dan kumisnya sudah dicukur rapi, menyisakan warna sedikit gelap di area dagu dan di atas bibir tipisnya. Sangat mempesona di mata Andini. “Kenapa? Kok senang betul meluk-meluk kaki abang sekarang?” tanya Hendra heran bercampur geli. “Kan belum halal. Nanti kalau aku duduk di sebelah Abang, pasti bawaannya pengen meluk tubuh Abang.” Andini kembali merebahkan kepalanya di pangkuan Hendra. Memeluk erat kedua kaki pria itu dengan kedua tangannya. Memejamkan matanya dengan mulut tersenyum. Membayangkan kebahagiaan yang akan dilewatinya bersama pria yang penuh kasih sayan

