Part 34Terpikat Gadis Belia “Dit, kamu sekarang ‘kan sudah jadi dokter dan bekerja di rumah sakit umum juga, kapan nih, kamu bawa calon istrimu pada mama dan papa. Usiamu sudah pantas lho, untuk punya istri, biar mama dan papa cepat punya cucu.” Rita tertawa senang sambil melirik suami tampannya. Ardi tersenyum kecut, dalam hatinya berkata, “kamu kali yang pantas sudah punya cucu.” “Ah, Mama, pasti gitu, nyuruhnya cari istri mulu.” Aditya ikut tertawa kecil. Ia jadi membayangkan gadis cantik yang ditemuinya di rumah sakit beberapa hari yang lalu. Mahasiswi Akademi Perawat yang sedang praktek di rumah sakit umum tempatnya bekerja. Mentari masih sangat muda sekali, mana mau dia diajak nikah cepat. “Kamu kenapa senyum-senyum sendiri, Dit? Pasti ingat sama pacarmu, ya? Ajak dong ke rumah i

