Part 33Usai Belahan Jiwa Pergi “Bu ... Tari ... ayo, kita pulang, sudah hampir waktu salat Jumat ini.” Arjuna berjongkok di belakang sang ibu dan adiknya, memeluk bahu dua wanita kesayangannya itu. Keduanya masih bersimpuh di dekat papan nisan sang ayah yang baru dikebumikan. Orang-orang yang ikut mengantar ke pemakaman umum itu sudah beranjak pergi. Yang tersisa hanya Andini dengan kedua anaknya. Mentari juga masih terlihat menangis di sebelah ibunya. Andini mengusap wajahnya, hatinya terasa berat meninggalkan suami tercintanya itu terbaring sendiri di bawah sana. Sejak kembali rujuk enam belas tahun yang lalu dengan Hendra, tak sehari pun Andini berjauhan dengan suaminya. Selalu bersama ke mana pun mereka pergi. Arjuna meraih tangan ibunya, membantu sang ibu berdiri. “Ayo, Tari. Kita

