Part 37Rahasia yang Terungkap “Kamu adalah put—” “Tari ….” Andini memotong ucapan Ardi, tangannya mencekal lengan putrinya, “Antarkan ibu ke kamar, kepala ibu pusing sekali. “Iya, Bu. Duh … Ibu kenapa jadi pucat dan gemetar begini, sih.” Mentari langsung memegang ibunya yang berdiri sempoyongan. “Mas Ardi … maaf, tolong pergi dari sini.” Andini berkata dengan wajah memohon pada mantan suami sirinya itu. Airmata pun sudah meleleh di pipinya yang tirus. Kemudian, tanpa bicara apa-apa lagi ia berjalan menuju kamarnya dengan dipapah oleh Mentari yang masih kebingungan. “Pa? Ada apa ini?” Aditya yang sedari tadi bengong, berdiri menghampiri Ardi yang masih mematung menatap punggung dua orang wanita yang sudah disia-siakannya selama ini. “Papa tunggu di mobil ya, Dit,” jawab Ardi sambil me

