Zionino yang sedang melakukan pertemuan dengan kolega bisnisnya memperbolehkanku pergi dari hotel tempatnya mengadakan pertemuan, sepertinya ia akan menghabiskan waktu cukup lama sampai aku disuruh berjalan-jalan sambil menunggunya. Aku menggigiti sedotan yang menancap di cup berisi thai tea, jemariku mengetuki meja yang tersedia di depan stand minuman yang ku beli. Masalah utang dihidupku yang tak kunjung usai membuat otakku enggak bisa berhenti memikirkannya, ditambah kebodohanku di Malang dan Zionino yang malah mau menikahi aku dan melepaskan tunangannya. membuatku pusing tujuh keliling “Kayaknya harus nyerah deh, ngaku aja lah kalau aku menjebak dia, sengaja b***l di Malang, jadi tahanan jadi tahanan deh gue, daripada ngacak-ngacak nikahan orang,” gumamku "Rifa," sapaan terdengar. A

