Zionino tidak memberitahuku kemana kami akan pergi, ia mengarahkan mobil menuju luar kota, begitu keluar dari jalan tol akhirnya aku mengetahui akan kemana kami. Pemandangan gedung-gedung tinggi yang sebelumnya kami nikmati berubah menjadi hamparan kebun teh, untungnya ini bukan weekend jadi mobil yang kami tumpangi melaju tanpa hambatan. Zionino memasuki kawasan perkebunan, ia lalu memarkirkan mobil di depan sebuah banguan yang sepertinya menjual hasil perkebunan teh disini. Aku mengikuti Zionino yang masuk ke tempat tersebut, didalamnya kursi dan meja bulat di tata rapi, di bagian depan ada counter yang memajang berbagai kemasan teh. Kami duduk di salah satu meja yang berada di sudut ruangan, dari sana terlihat bagian belakang kafe yang merupakan lapangan hijau luas, sepertinya biasa di

