Part 22

1953 Kata

Rifa, kamu marah pada saya? Aku memandangi isi pesan yang baru saya sampai ke ponsel. Andai dia tau bukan perasaan marah yang ada tapi rasa gelisah yang enggak menentu. Gue didepan rumah lo ni Giliran mbak Sani yang mengirimi pesan. Aku mengetikkan balasan tanpa berpikir, menyuruhnya segera masuk ke dalam rumah tapi belum sempat kukirim pesan tersebut, ia meneleponku. “Gue disuruh balik sama pak bos balik ke kantor Rif,” kata mbak Sani. “Yah kok gitu sih, enggak jadi curhat dong gue,” kataku kecewa. “Gue rasa dia bakalan datang ke rumah lo, Rif .” Mendengar ucapan mbak Sani aku terlonjak. “Waduh! Kudu dandan dong gue,” ucapku panik. “Enggak usahlah pe’a! lo ‘kan ceritanya lagi ngegalau karena di tidurin sama dia, lo pasang muka kusut lah,” saran mbak Sani dan menurutku itu masuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN