Gyan melakukan apa yang Gendis minta, mencari tahu tentang alasan kepergian ibu kandung dari ayahnya. Pria itu menyempatkan keluar dari kantornya di jam makan siang untuk menemui Bram. Ayahnya yang berkerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan yang cukup ternama itu langsung menyetujui saat Gyan menghubungi pria paruh baya itu agar bisa makan siang bersama di salah satu rumah makan. Gyan datang lebih awal, pria itu sedikit merasa gugup karena akhirnya ia memberanikan diri untuk mengetahui apa yang membuat ibunya pergi. Pria itu dari awal sudah menyiapkan diri tentang kemungkinan mendengarkan sesuatu yang membuatnya sakit hati. Tidak lama Gyan menunggu, sosok pria yang terlihat mirip dengannya datang. Bram melemparkan senyum kecilnya pada sang putra yang sedang memasang wajah datar. “T

