Chapter 25 - Terima kasih dari Gyan

2002 Kata

“Yah, Abang nggak pake kursi roda?” tanya Gavin mengulum senyum manisnya. “Yang sakit kaki atau tangan?” tanya Gyan dengan wajah datar yang membuat Gavin langsung mundur ke belakang Gendis. “Galak banget, sih,” komentar Gendis yang melihat ekpresi suaminya, wanita itu kini tengah memasang gendongan Gema yang nampak sudang sangat mengantuk. “Minta gendong aja sama Ayah, Bang.” “Enggak jadi, deh, Buk. Nanti kapo Abang gerak langsung dilempar Ayah,” tutur Gavin polos membuat Gendis yang mendengar itu tertawa, sedangkan Gyan memasang ekspresi muram di wajahnya yang makin ketakutan. “Sini Kakak aja yang gendong,” tawar Gaffi yang merasa sedih melihat adiknya yang terluka. “Jangan, Kak. Tubuh kamu masih tulang semua, nanti patah,” cegah Gendis bercanda lalu menoleh ke arah Gyan. “Udah, gend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN