“Gyan, udah jam berapa? Aku ngantuk banget…” lirih Gendis masih memejamkan kelopak matanya. “Tidur aja, hari ini biar aku yang ngurusin semuanya,” ucap Gyan yang meringgis karena sang isteri terbangun karena gerakannya. “Hemm… makasih,” gumam Gendis lalu tersenyum kembali tertidur nyenyak. Gyan yang duduk di pinggiran kasur, menatap ke arah Gendis yang nampak begitu sendu, berbeda sekali ketika wanita itu berdebat dengannya. Gyan mengusap rambut yang menghalangi wajah Gendis, ketika memperhatikan lebih jelas membuat pria itu baru sadar kalo isterinya ternyata begitu cantik, wanita itu begitu indah seperti danau yang belum tercemar, membuat Gyan selalu ingin berenang disana. Tidak ingin membuang waktu, Gyan segera bergegas untuk mengerjakan pekerjaan hal yang perlu dikerjakan seperti

