Chapter 29 - Sayang

1934 Kata

“Gema enggak akan kemana-mana, Gema akan tetap sama ibunya, Ma,” putus Gyan membuat kepala Gendis yang awalnya tertunduk langsung mendongakan kepalanya menatap ke arah pria itu dengan kebingungan dan keraguan. Wanita itu sebenarnya sudah hampir menyerah dengan rasa cinta di dunia tapi perkataan pria itu membuat ia bisa melihat sebuah harapan. “Kamu kenapa enggak setuju, Gyan? Mama itu pjnya tujuan yang baik. Apa kamu enggak mau Gema bisa cepat jalan?” tanya Sari yang mulanya berpikir kalo Gyan tengah menegur Gendis, wanita paruh baya itu masih percaya bahwa putri tiri yang ia besarkan masih memihak Sari daripada isternya. Tapi, setelah setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Gyan membuatnya jadi sedih. “Aku emang mau Gema bisa jalan, Ma. Tapi, bukan berarti aku mau pisahin anak aku sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN