28 - Tidak Pantas Untuk Dibela

1967 Kata

Jika dulu setiap perjalanan kembali ke rumah Gyan akan selalu memikirkan pekerjaan rumah apa yang harus diselesaikan lebih dulu, sekarang semuanya berbeda. Pria itu bisa mengendarai motornya dengan santai, tanpa harus terburu-buru. Tidak ada ekpresi wajah muram di wajahnya, hanya sebuah senyuman kecil yang menandakan Gyan yang tidak sabar sampai di rumah. “Ayahhhh!” pekik Gavin yang langsung menghadang motor Gyan saat hendak masuk ke dalam perkarangan rumah. “Motornya taro disini aja, adek lagi belajar jalan sama ibuk!” Gyan mengalihkan pandangannya ke arah Gendis yang sedang mengajari Gema berjalan di atas rumput—ada sisa tanah sedikit rumahnya yang sengaja pria itu tumbuhkan rumput. Gema yang sekarang tangannya ditatih Gendis, terlihat sudah kelelahan sampai membuatnya mengangkat kakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN