Bab 2.  Pertemuan Pertama

883 Kata
Hari ini, pelajaran pertama Matematika sedang berlangsung, hampir 90menit berkutat dengan soal² yang membuat rambut mejadi keriting kata Jasmin.. '' kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing...akhirnya yang ditunggu tunggu teman sekelas ku terdengar juga. Ya, apalagi kalau bukan bell tanda istirahat.. '' yes''.. ucap jasmin sambil bergegas menyimpan buku²nya. Aku tersenyum geli melihat tingkahnya yang sangat lucu menurutku. '' Serena, kantin yuk, lapeerr'' ..ucap Jasmin sambil meraba perutnya dan dengan ekspresi manja yang sangat imut. Bianca dan Arumi juga sudah berdiri disamping kursiku. Aku, menggelengkan kepalaku '' kalian aja deh, aku disini aja ya'' jawabku. Karena ga enak hati dengan mereka yang hampir setiap hari mentraktir ku. Ya..setelah mereka tau tentang kondisi ku dan keluarga ku, membuat mereka menjadi semakin peka dan peduli terhadap ku. '' aaahh ayolah Serena, aku juga sudah lapar'' kata Arumi. ''Kita cuma ngajak loe makan, bukan nyuruh loe bayar'' ''Buruan...'' lanjutnya sambil menarik tanganku. Ya, begitulah Arumi. Tidak banyak bicara, tapi sekalinya bicara, blak-blakan dan sedikit pemaksa. Aku tidak bisa apa apa lagi, hanya bisa mengikutinya saja. Dan kami pun menuju kantin sambil berbincang santai dan sesekali tertawa ketika ada hal yang menurut kami lucu. ''Kita duduk disana aja'' ucap Bianca melihat tempat kosong di pojokan belakang. Dan kami angguki serempak. Tiba tiba.. ''aduh... aku terdorong dan menabrak meja, karena seseorang menabrakku dengan cukup kuat. ''Heh..kalo jalan liat liat donk, punya mata ga sih loe..'' bentak Arumi pada orang yang menabrak ku.. Dia hanya menatap ku acuh dan berlalu begitu saja. Membuat Arumi semakin emosi. Sedangkan aku hanya terpaku menatapnya.. Dia sangat....aahhh entahlah ... ''Adrian..!! Bentak Arumi, kamu tuli ya'' '' sudah Arumi, aku ga apa apa kok'' cicitku. '' diam..'' kata Arumi sambil melotot kearahku yang membuat ku tak berani menjawab lagi. Cowok yang bernama Adrian itu berjalan mendekati kami, dia diam sambil melihat ku dengan wajah datarnya, lalu melirik Arumi ' '' Apasih''... ketusnya. '' loe minta maaf ga sama temen gue..'' '' udah nabrak orang, maen tinggal seenaknya aja'' ucap Arumi masih emosi. '' dia ga apa apa kan..'' ucap nya santai Arumi yang meradang hendak menerjang Andrian, tiba tiba dari belakangnya datang segerombolan cowok dan salah satunya langsung memeluk Arumi. Aku sangat kaget dan hendak menolong nya.. ''Urusin tuh adek loe..'' ucap Adrian kepada cowok yang sedang memeluk Arumi.. ''Adek..''? aku bermonolog.. Bianca dan Jasmin yang menyadari kebingungan ku lalu .. '' iya, adek.. dia itu Azaki, saudara kembarnya Azumi'' Bianca menjelaskan. ''Ow...'' jawabku singkat ''Kamu ga apa apa kan Serena''? Tanya nya lagi '' iya, ga papa..cuma sakit sedikit aja kok'' jawabku.sambil melihat tangan ku yang agak membiru karena kena sudut meja. '' sudah sudah Arumi, Serena ga apa apa kok, ayo deh buruan, liat tuh semua ngeliatin ke kita'' ''Tau sendirikan gimana kelakuan mereka'' lanjut Jasmin. Akhirnya Arumi mengalah dan kami berjalan ke tempat tujuan awal tadi. Setelah memesan makanan yang kami inginkan, '' Serena, dengar ya , lain kali kalau loe lagi ga sama kita, jangan coba coba berurusan dengan mereka ya''..kata Bianca tiba tiba. '' kenapa..?'' tanya ku membuat Bianca melebarkan matanya.. '' loe gimana sih Bee, begitu biasa mereka memanggil Bianca, ''serena kan belom tau siapa mereka, secara dia kan baru disini'' ucap Jasmin '' waw, tumben pinter loe kali ini, ,biasanya udah gempa bumi dlu loe baru nyadar''...cibir Bianca disambut gelak tawa kami. '' Serena , mereka Golden Boys , jagoan basket dari sekolah kita, idolanya cewek cewek disini... liat aja tampilan mereka, sangat sempurna''...lanjut Bianca serius. '' mereka, terutama Adrian si beruang kutub itu, punya fans yang sangat fanatik..mereka bisa aja ngelakuin hal hal diluar nalar pemikiran kita.'' Katanya sambil bergidik ''Iya bener, jawab jasmin'' '' yang nabrak loe tadi itu leadernya, Adrian Michael Aditama, jago basket, cerdas, ganteng nya sejagad raya ( lebay ala Jasmin), cool dan ga bnyak bicara. ''Lalu itu yang mukanya seperti Arumi, itu Azaki Hirota, sama seperti Arumi, jago karate, ga sombong, baik, suka nolongin dan aaaah dia cakep bangeeet'' kata Jasmin seperti orang yang sedang kasmaran ... '' ehem... iya iya, yang lagi jatuh cinta..'' goda Bianca yang membuat Jasmin tersipu malu '' trus itu yang berkacamata, Revan Satrio, dia satu satunya golden boys yang ga main basket. Dia jago matematika dan paling dekat dengan Adrian. Karena orangnya ga neko neko, jadi seperti penasehat pribadinya si Adrian. hehehe..kekehnya. ''Lalu sitengil yang sok cakep itu, Steve Agustaf, play boy, narsis ..yaaa walaupun emang kenyataannya dia cakep siih..tapii ya ga gitu juga kali, tebar pesona sana sini..iiihh sok iye banget deh''.. rutuknya yang justru terkesan sangat imut membuat Bianca dan Arumi tertawa geli. Aku fokus mendengarkan penjelasan Jasmin, sambil memperhatikan mereka satu persatu. Tiba tiba orang yang tengah kuperhatikan menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan, aku terkesiap dan memalingkan muka dengan cepat. ''Aaaahh jangan deg deg an Serena'' batinku. kenapa jantungku jadi berdebar debar ya? aaah aku ga ngerti. '' eehh kok malah jadi bengong, yuk ah balik ke kelas, bentar lagi bell bakalan bunyi deh'' ucap Arumi. Lalu kami pun bergegas kembali ke kelas, setelah makanan dibayarkan oleh Bianca pastinya. ''Makasi ya Bee, udah traktir aku lagi. Selalu aja yah dari awal aku udh ngerepotin kalian'' ucapku sendu. '' aahh apa an sih, kayak sama siapa aja. Lagian makan loe cma dikit, kayak anak SD, ga seberapa laahh ..'' Santai aja , balas Bianca. ''Aahh betapa beruntungnya aku, memdapatkan sahabat sahabat yang sangat baik seperti mereka bertiga''
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN