Aku Serena Putri Wijaya. Umurku 15th.
Hari ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki ku disekolah Favorit ini.
Salah satu sekolah Elit dikota ku.
Aku yang berasal dari keluarga sederhana, merasa sangat beruntung bisa bersekolah disekolah bergengsi ini.
Kenapa aku sebut '' beruntung'', yaaa tentu saja, mengingat ekonomi keluarga ku yang pas pasan, tidak mungkin aku bisa bersekolah disini. Aku sangat beruntung bisa masuk dengan jalur Beasiswa untuk siswa beprestasi.
Jadi disinilah aku sekarang.
'' Hai.. seorang gadis menyapaku dengan senyuman yang memgembang diwajahnya.
'' ooh..h hai..jawab ku tergagap. Karena tak menyangka akan ada orang yang mau menyapaku.
'' kenalkan, aku Bianca Sadewa ,panggil saja Bianca, siapa namamu? Kata gadis berkulit putih itu sambil mengulurkan tangannya kearahku.
'' Aku Serena, Serena Putri Wijaya. Jawabku sambil membalas uluran tangannya.
'' Dan ini sahabat sahabatku, Arumi dan Jasmin...kami berteman sejak SMP'', lanjutnya.
Aku pun membalas senyum ramah mereka
Aku benar benar tidak menyangka, di sekolah elit ini yang 99% siswanya adalah anak anak orang kaya dan banyak kabar yang mengatakan bahwa mereka itu sombong dan arogant.
Tapi teryata tidak semuanya seperti itu.
Seperti ke 3 gadis yang ada didepanku sekarang ini. Mereka sangat ramah.
Tiba-tiba saja gadis yang bernama Jasmin merangkul tanganku '' kamu sudah lihat pembagian kelas? Tanya nya ramah.
'' sudah tadi ''...jawab ku
'' ow ya?.. kelas berapa, siapa tau kita satu kelas''.. balasnya
'' kelas X 2 '' ...jawabku
Tiba tiba dia memelukku erat..
'' waaaaahh kita satu kelas, nanti kamu duduk dengan ku ya'' kata jasmin.
Aku tersenyum mendapat pelukan darinya dan sambil mengangguk, ku jawab '' iya, boleh ''
'' akhirnyaaa aku punya teman sebangku, biasanya aku selalu sendiri, karna Bianca selalu duduk dengan Arumi''... katanya sambil mencibirkan bibirnya, cemberut.
'' hahahahaha.....'tawa Bianca dan Arumi
>>>>>>>●●●●●
Tidak terasa sudah 1 bulan aku bersekolah disini. Sejauh ini tidak ada hal buruk yang terjadi padaku.
Apalagi sekarang aku mendapat teman baru yang menjadikan aku sahabat mereka.
Ya.. Bianca, Arumi dan Jasmin.
Mereka bertiga seperti pelindung ku. Mereka sudah tau bagaimana aku bisa masuk ke sekolah ini..padahal aku berasal dari SMP yang berbeda..
'' waaaahh kamu hebat, bisa masuk ke sini dengan beasiswa, berarti kamu siswi yang cerdas..aku bangga bisa berteman denganmu''..kata Bianca.
'' tidak perlu khawatir, ga akan ada yang berani gangguin kamu, selama ada Arumi, iyakan Arumi'' lanjutnya, yang diangguki oleh Arumi..
Arumi menurutku, dia pendiam, agak tomboy tapi cantik, balsteran Manado Jepang, aaaah pantas saja dia memiliki wajah yang bisa membuat para cwo berdecak kagum. Tapi sayangnya tidak ada berani mendekatinya, karna dia ternyata pemegang sabuk hitam karate, begitu kata Bianca padaku.
Waaahh benar² true definision of super girl banget..
Lalu Bianca, sangat ramah, selalu tersenyum, putih dan sangat cantik. Anak orang kaya yang tidak sombong, baik pada siapa saja.
Aku sangat mengaguminya.
Sedangkan Jasmin periang, lucu, imut, dan sangat manja.. kata Bianca ''si lemot''
Karena dia selalu menjadi orang terkhir yang sadar dengan situasi .
Mereka yang menjadi sahabat baikku sekarang ini sangat berbeda jauh dariku. Tinggi, putih, cantik dan pastinya orang tua mereka tajir melintir.
Lalu aku..entahlah..tak ada yang bisa kubanggakan dengan diriku. Tubuhku sangat kecil dibanding ke 3 sahabatku dan anak perempuan seusiaku. Dengan tinggi yang hanya 148cm, kulit sawo matang, dan kacamata yang selalu bertengger dihidung ku yang minimalis, membuat penampilan ku semakin tidak menarik. Walaupun kulitku putih, tapi sungguh berbeda dari ke tiga sahabatku itu. Terlihat jelas perbedaannya antara yang terawat dengan yang tidak terawat..
(hahahaha..tawaku miris didalam hati)