Bab 13. Tolong Jauhi aku 2

1051 Kata
''Kita harus bicara berdua saja, Serena..''! kata Adrian lagi. Serena tersentak mendengar kata kata Adrian. Kriiiiiìiing..kriiiiiiiiing bell tanda masuk pun berbunyi.... '' Hufff..aku menarik napasku lega, setidaknya sekarang aku terbebas dari nya..'' kataku dalam hati. ''gue tunggu pulang sekolah nanti...'' katanya lagi. Aku dan ketiga sahabatku hanya diam, tak memberikan jawaban apapun dan melangkah meninggalkan lorong itu. Jam pelajaranpun berakhir. Sepanjang pelajaran tadi aku semakin cemas, mengingat akan bertemu dengan Adrian. Jasmin yang mengetahui kecemasan ku menggenggam tanganku, mencoba memberiku ketenangan. ''Jangan cemas Serena, kita ga akan biarin kamu sendirian kok..'' katanya menenangkan ku. Bianca dan Arumi mendekat, ''Loe ga usah takut, kita bakal nemanin loe.., dia ga akan berani macam macam sama loe..'' Kata Arumi meyakinkan ku. ''Nanti kamu kasih tau aja Adrian semuanya ya Serena, jangan ada yang ditutup tutupi, biar semuanya cepat selesai.., dan urusan dengan cewek gila itu, kamu ga usah pikirin, nanti kita yang urus, iya kan Arumi..??? kata Bianca yang kemudian diangguki oleh Arumi. '' hhhmmm baiklah..'' kata ku. Kami berjalan ke parkiran, disana terlihat Adrian dan yang lainnya sudah menunggu. Tiba tiba aku merasa ada yang memperhatikan kami sedari tadi..aku menoleh ke lorong disamping kiri ku, ternyata benar, ada mereka disana. aku seketika terdiam dan tubuhku seakan tak bisa digerakkan. Arumi menyadari itu, dan dia ikut melihat le arah pandanganku, seketika dia langsung mengepalkan tangannya. ''Arumi jangan..'' pintaku lemah.. ''Biar aku yang menjelaskan pada mereka, kalian cukup menemaniku ya..'' pinta ku lagi. Akhirnya ketiga sahabatku mengangguk dan kami berjalan kearah mereka. ''Berani juga ya loe..'' Cecar Gina. ''gue pikir setelah gue kasih loe peringatan tadi pagi, loe bakal langsung ngejauhin Adrian..ternyata..''! Katanya ketus ''Bukan gitu Gina, aku hanya perlu bicara baik baik dengannya, agar dia tidak salah paham..'' Jawabku pelan, sementara Arumi sudah emosi dari tadi. ''Lagian apa urusan loe kalau Adrian dekat dengan Serena..''!! bentak Arumi tak tahan. Dia maju melangkah ke depan Serena. Membuat Gina sedikit tersentak dengan bentakan Arumi. Dia tau siapa dan bagaimana Arumi, tapi sudah kepalang tanggung, dia tidak akan mundur. ''Jelas jadi urusan gue, seluruh sekolah juga tau gimana gue dengan Adrian'' kata Gina tak mau kalah ''ooow ya, hahahaa...tentu saja seluruh sekolah tau gimana tergila gilanya loe sama Adrian, tapi sayang..Adrian ga peduli sama loe...kasian..'' ejek Arumi sambil tertawa, membuat muka Gina merah padam.. ''Brengsek..!!! maki Gina. loe liat aja apa yang bakal terjadi sama sahabat loe yang buluk itu klo ga ngikutin kata gue''!!! Ancamnya. ''Apa loe bilang!!???? hardik Adrian yang tiba tiba sudah berada dibelakang ku entah sejak kapan. ''Apa gue ga salah dengar, barusan loe ngancem Serena..??!!Bentaknya pada Gina, membuat Gina gelagapan. ''Adriaaann..liat apa yang mereka lakukan ke gue, mereka mau ngeroyok gue..'' tangisan drama Gina mulai beraksi, dia bergelayut manja dilengan Adrian, membuat semua yang ada disitu mual ingin muntah.. ''Loe ga usah drama Gin, gue denger semua yang loe bilang tadi..'' kata Adrian sambil melepaskan tangannya kasar dari pegangan Gina. Dia menatap Gina.dengan tatapan yang sangat tajam dan dingin..aahh andai saja itu adalah pisau, mungkin sekarang Gina sudah berdarah darah. ''jadi ini sebabnya kamu tiba tiba ngejauhin aku'' kata Adrian pada Serena. ''Klo cuma gara gara ini, loe harusnya ga perlu sampai menghindar begtu. Dia ini ga ada arti apa apa buatku..'' kata Adrian lagi sambil menunjuk Gina. Seketika Gina marah dan wajahnya memerah katena malu. ''Adrian, loe kok gitu sih ngomongnya..loe lupa ya kalau kita itu sudah dijodohin sama orang tua kita..jangan sampai gue bilang ya hal ini ke papi gue..'' Ancam Gina penuh emosi. ''Apa..dijodohin..''????Semua melongo kebingungan.. ''Dijodohin..hahahahaaa...''tawa Adrian sangat kuat. ''Loe pikir gue bego dan udah ga waras ya nerima perjodohan konyol itu..mimpi loe ketinggian Gina.''ketus Adrian sambil tertawa hahahaha tak berhenti. ''apa..apa tadi..? mau ngadu ke bokap loe..??''Silahkan nona Gina yang terhormat..gue ga takut''!! ucap Adrian penuh dengan Aura yang tak bisa dijelaskan.Membuat kami semua terdiam, ga ada yang berani bicara apalagi bergerak. Dingiiiinn.....sepiii...mencekam..yaa seperti itulah aura misterius dari seorang Adrian.. ''Ayo kita pulang..'' kata Adrian tiba tiba menyadarkan kami semua. Dia dengan santai menggenggam tangan Serena membuat gadis itu sedikit terkejut. Serena melepas tangan Adrian..''Maaf Adrian, aku akan pulang dengan Arumi saja, iya kan Arumi..''?? ucap Serena dengan mata memohon pada Arumi. '' yaa bener, kita sekalian ada keperluan, jadi loe ga usah repot repot nganterin Serena'' ucap Bianca. kami pun melangkah ke parkiran meninggal Gina dengan kedua temannya dan Adrian dengan genk nya. Tiba tiba Serena menghentikan langkahnya,'' Bee, sebentar '' dia berbalik dan berjalan kearah Adrian yang sedang berdiri disamping motornya..dia urung menaiki motornya begitu melihat Serena kembali berjalan kearahnya.. ''Adrian, maaf aku ga bermaksud ga berterima kasih atas apa yang sudah kamu lakukan untuk ku selama ini, tapi aku mohon, jauhi aku, jangan lagi peduli padaku, atau bahkan anggaplah kita ga pernah kenal, aku sungguh ga mau ada masalah apapun disini. aku ga mau kalau masalah ini akan membuat ku kehilangan kesempatan untuk bersekolah disini sampai selesai.'' ucapku panjang lebar. Aku tak tau bagaimana reaksinya saat ini, karena aku tak berani memandangnya. ''hhhh...sungguhkan itu mau mu Serena..?'' tanya Adrian. ''.dan sudah berapa kali ku bilang, kalau bicara lihat orang yang kamu ajak bicara, jangan menunduk seperti itu...''!! ucapnya sedikit keras. '' kenapa heh..kamu ga berani melihatku,kenapa?? jawab !! kata Adrian agak membentak. Serena terjengkit karena terkejut dibentak Adrian.. Adrian menatap Serena iba, tapi egonya lebih besar lagi, dia merasa terhina ditolak oleh seorang Serena yang bukan siapa siapa disekolah ini. Harga dirinya merasa tercabik cabik... ''Aaahh sudahlah, kalau memang itu yang loe mau, oke..mulai sekarang detik ini juga , gue ga akan peduli lagi sama loe..'' ketus Adrian. Serena benar benar dibuat kaget dan sedikit takut melihat sikap Adrian yang tiba tiba berubah itu. ''Minggir loe sana, gue mau balik..ngapain loe masih berdiri disini kayak bego aja loe..sana!!! Usir Adrian kasar..membuat Serena terkejut dan agak limbung. Dia berusaha mengendalikan dirinya agar tak menangis. Hatinya benar benar terluka dengan kata kata yang Adrian ucapkan. Akhirnya Serena tak tahan dan berbalik lalu berlari kearah Jasmin, Bianca dan Arumi yang dari tadi menunggunya. Dengan beruraian air mata, Serena segera dipeluk oleh ketiga sahabatnya. ''Maafin aku Serena, aku ga bermaksud seperti itu, tapi hatiku sungguh sakit saat kamu bicara seperti itu..'' batin.Adrian berucap. Dia masih memandang Serena yang dipeluk oleh ketiga sahabatnya dari kejauhan... >>>>>>>>> Haaii..readers.. Maaf ? yaa beberapa hari aku telat update nya..karena lagi musim demam?? nih... maaf yaa.. kedepannya akan lebih rajin up lagi deh..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN