"Seorang teman yang sejati memang sangat sulit ditemukan di jaman sekarang." ***** Kate menatap bingung. Apalagi Vanilla yang juga ikut tersenyum sinis. Sebisa mungkin dia menepiskan pikiran buruk kepada sahabatnya. "Ayuk La kita pulang. Udah jam setengah dua belas malam. Orang tua lo pasti nyariin." Kate menarik tangan kanan Vanilla, dan Kayla memegang tangan kirinya. "Buru-buru amat. Gak mau senang-senang dulu? Lo juga baru datang Kate. Boleh lah santai dulu di rumah gue." "Gak perlu, tujuan gue datang ke sini mau jemput Vanilla. Bukan mau santai-santai di sini. Makasih buat tawarannya barusan, tapi gue gak ada waktu." "Emang Vanilla mau pulang sama lo?" tanya Kayla. "Barusan Vanilla nelpon gue buat jemput dia. Apalagi yang mau dia lakuin selain pulang?" "Benar, La?" Kayla tersen

