Bertemu Mantan

880 Kata
POV Sandrina Selepas pulang kerja aku memutuskan ingin pergi ke mall,rasanya sudah lama aku tidak menginjakkan kakiku di mall, terdengar lucu , tapi karena memang aku sama sekali tidak tertarik. Segala kebutuhan hidupku tinggal sebut saja sudah ada di depanku. Namun hari ini entah kenapa aku butuh hiburan, rasanya penat selama ini kerja dan kerja. Kuhampiri sekretaris ku Nadia, kuminta ia pulang terlebih dahulu. Dia heran jam di kantor baru jam 5 sore, biasanya paling cepat jam 7 malam baru pulang. Hari itu aku juga ingin sendiri tidak ingin ditemani supir, Mang Diman, biasa kemana mana Mang Diman yang mengantarku. Tidak sampai 30 menit aku sudah sampai di pusat perbelanjaan terbesar dan terkenal di kota Jakarta. Hampir 2 jam aku berkeliling mall, perutku minta diisi, aku rindu makan di tempat ini. aku memesan seporsi chicken steak saus enoki,makanan favorit Askara. Aku dan Askara sering menghabiskan waktu kami makan ditempat ini. Ah..kenapa tiba-tiba aku teringat Askara, si penghianat itu. Setelah itu aku balik ke parkiran mobil, namun tiba-tiba tanganku dipegang oleh seseorang , Askara, pria penghianat itu kini tepat ada di hadapanku. "Sandra, apa kabar Kamu" "Lepas! aku berusaha sekuat tenaga melepas cengkraman tangannya di tanganku. "Aku takkan melepaskanmu Sandra, Kamu salah paham, aku difitnah Sandra, semua video itu tidak benar. Aku yang mendengar penjelasan Askara hanya tersenyum sinis, Hah? fitnah? entah kenapa aku justru tertawa mendengarnya. Aku sudah tidak perduli. Aku buru-buru masuk dalam mobil ,Askara masih mengejar ku, entah apa yang diucapkannya,aku tidak terpengaruh sedikit pun. hatiku terlanjut sakit luar biasa dan dengan mudahnya dia bilang itu hanya fitnah.Lalu kemana dirimu saat itu Askara, 3 tahun yang lalu? Kau menghilang tanpa ada penjelasan sedikitpun, bukankan itu sudah cukup membuktikan kalau kau memang bersalah karena Kau takut menampakkan batang hidungmu saat acara pertunangan kita. Kulajukan mobilku dengan kecepatan sedang keluar dari parkiran mall. Pikiranku masih dipenuhi oleh kejadian di mall saat bertemu dengan Askara.Kenapa dia sendiri? dimana Rachel? apa mereka sudah putus? Sementara dari arah jalan lain, melaju mobil dengan kecepatan sedang ,seorang pria tampan bersama asisten pribadinya. "Bos..apa kita langsung pulang ke rumah Bos, tanya Sang asisten. "Ya aku sudah lelah,hari ini ada 4 meeting, aku ingin tidur. Namun tiba-tiba.. Sebuah mobil melaju dengan cepat dan sempat menyerempet mobil mereka, sang asisten dengan cepat banting stir ke kiri, namun naas mobil yang hampir menabrak mereka banting stir ke kanan jalan dan menabrak trotoar. "Bos..Bos Radyt, Bos tidak apa-apa? Ya laki laki tampan itu bernama Raditya Arnold Atmaja, 29 tahun, seorang pengusaha muda bergerak di bidang property dan perabot rumah tangga. "Aku baik baik saja Tam" jawab Radyt pada asisten pribadinya yang bernama Tama. Tapi coba Kau lihat, kasian mobil itu..dengan cepat Radyt keluar dari mobilnya untuk melihat korban dalam mobil yang hampir menabraknya. Tampak dari kursi kemudi seorang wanita cantik tak sadarkan diri dengan dahi mengucur darah segar . Cepat cepat Radyt mengangkat tubuh wanita itu dan menggendongnya lalu ia bawa masuk dalam mobilnya. "Tama, cepat kau telpon Rian, urus mobil perempuan ini cepat". "Baik Bos". Apakah kita bawa perempuan ini ke rumah sakit Bos? Bawa ke rumah, sepertinya lukanya tidak terlalu parah. nanti panggilkan dokter pribadiku. "Baik Bos" jawab Tama Mereka tiba di sebuah rumah yang begitu megah, rumah modern bergaya Eropa dengan lahan yang begitu luas. Tama buru buru membuka pintu penumpang dan siap hendak mengangkat tubuh perempuan yang pingsan tadi, Namun belum sempat dia menyentuh perempuan itu,bosnya datang mencegahnya. "Biar aku yang gendong" ucap Raditya. Tapi Bos..bukannya Bos lelah,biar saya saja". Tapi Raditya tidak memperdulikan Tama,ia berjalan cepat menuju kamarnya di lantai 2. Tama hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap Bosnya heran.tumben Bos Radyt bisa perduli dengan perempuan. "Siapa itu Tuan?" kata Bi Sumi kepala ART dikediaman Keluarga Atmaja. Raditya merebahkan tubuh perempuan itu ke atas kasur bigsize miliknya dengan sangat perlahan. Tak lama kemudian dr.Reina,dokter pribadi keluarga mereka pun datang memeriksa kondisi perempuan itu. "Bagaimana kondisinya dok, apa dia baik baik saja?" Kondisinya baik baik saja,lukanya tidak parah hanya lecet pada dahi saja, sebentar lagi mungkin juga sudah sadar. Oh ya kalau sudah sadar jangan lupa minum obatnya, Kalau boleh aku tahu siapa perempuan ini? yang kutahu bukannya kau tidak pernah membawa perempuan ke rumah ini? apa dia kekasihmu? tanya dokter Reina, dokter yang masih terlihat cantik diusianya yang sudah 45 tahun itu. "Aku tidak mengenalnya dok, aku hanya kasihan padanya, dia mengalami kecelakaan lalu aku menolongnya. bahkan namanya pun aku tidak tahu" ucap Radyt. Ya sudah kalau gitu aku permisi ya,kalau ada apa-apa kau bisa menghubungiku Radyt. Dan benar apa yang dikatakan dokter Reina, tidak berapa lama kemudian perempuan itu perlahan membuka matanya. "Dimana aku? kenapa aku bisa ada disini?". "Kamu sekarang ada di rumahku, baru saja kamu mengalami kecelakaan, mobilmu membentur tiang listrik" jawab Raditya. Tadi dokter sudah memeriksamu, kau harus banyak istirahat, tinggallah disini dulu,sampai kondisimu benar benar sembuh baru kau pulang. "Tapi aku tidak bisa lama-lama tinggal disini,aku harus pulang!". "Kau keras kepala sekali ya..Kau boleh pulang kalau kondisimu sudah membaik" jawab Radyt dengan sedikit kesal sambil keluar kamar dan meninggalkan perempuan itu sendiri. "Kenapa juga kok aku perduli dengannya? bukan siapa siapa, bahkan namanya pun aku tidak tahu" kata Raditya namun senyumnya mengembang di bibirnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN