Eva Sandrina Yudistira
Eva Sandrina Yudistira, 24 tahun, gadis cantik Putri tunggal pengusaha ternama Andis Yudistira, Sandrina begitu panggilannya lulusan terbaik jurusan management bisnis di universitas di Inggris.
masih single dengan jabatan sebagai CEO diperusahaan ayahnya Andis Yudistira, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif Sepeda motor merk terkenal.
Sandrina selalu menghabiskan waktunya dengan bekerja dan bekerja, sifatnya yang dingin,cuek ,disiplin dan tanpa basa basi menjadikan banyak karyawannya tunduk dan hormat padanya, tidak berani membantah perintahnya.
Pagi pagi sekali Sandrina sudah tiba di kantornya, gedung tinggi 15 lantai yang sangat megah. pagi itu jam baru menunjukkan pukul 06.30 pagi, masih lama jam masuk kantor yaitu pukul 08.00 dimana kantor masih sepi hanya ada security dan beberapa Office boy.
Dengan menggunakan lift khusus CEO dan dewan direksi Sandrina tiba di ruangannya lantai 15.
Menggunakan rok span 2 cm di atas lutut, dalaman biru tosca dan blazer warna hitam, rambut hitam panjang sebahu dibiarkan tergerai membuat aura kecantikannya bersinar.
Perlahan Sandrina menghempaskan pant••nya ke kursi kebesarannya dan langsung menyalakan laptop miliknya.
Tanpa sengaja dia membuka lemari arsip yang ada di samping mejanya, dan matanya kembali melihat bingkai foto prewedding dirinya dan Askara Pramudya Putra, mantan tunangannya.
Tiba-tiba ingatannya melayang pada kejadian 3 tahun yang lalu....
Flash back.....
Berkali kali Sandrina mematut dirinya dicermin.senyumnya terus mengembang tanpa henti. Tersenyum melihat dirinya memakai gaun putih panjang tanpa lengan dengan brokat sepanjang d**a, begitu pas melekat di tubuh langsing sedikit berisi. Rambut dicepol ke atas dengan hiasan mutiara .Cantik sekali.
Hari itu hari pertunangan Sandrina dan kekasihnya Askara yang sudah dipacarinya selama 2 tahun.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketok dari luar.
"Non..Non Sandra..ayo Non sdh ditunggu di ruang keluarga"
"Baik Bi..! Sandrina melangkahkan kakinya keluar kamar dengan senyum melekat di bibirnya.
Sementara diruang keluarga tampak sudah ramai dengan 2 keluarga besar, keluarga besar Sandrina dan Askara. Namun Sandrina tidak menemukan sosok Askara disana. Matanya mencari cari sosok pria yang begitu dicintainya.
"Kemana Askara??"
Tiba-tiba ponsel Sandrina berdering, sebuah pesan w******p masuk mengirimkan video dari nomer yang tidak dikenal.
Setelah membuka video tersebut Sandrina syok dan tidak mempercayai apa yang dia lihat.
Askara??
Pria yang selama 2 tahun menjalin kasih dengan ya selalu perhatian padanya, mencintainya, selalu ada waktu untuknya.
Tapi...
di video itu Askara berbuat sesuatu yang tidak pantas dilakukan,
ya, Askara berhubungan badan dengan temannya sendiri, Rachel.
Dan dalam video itu Askara bilang bahwa ia tidak pernah serius mencintai Sandrina dan hanya mengincar harta Sandrina.
"Pertunangan ini batal!" ucap Sandrina dan bergegas berlari ke lantai 2 menuju kamarnya.
Di dalam kamarnya Sandrina menumpahkan segala sakit hatinya, ia menangis dan berteriak memanggil nama Askara.
"Sandra..Sandra Sayang..buka pintunya Nak," Marina ibunda Sandrina yang khawatir akan putrinya mencoba berbicara dengan putrinya, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.
Jam 10 malam Sandrina terbangun dari tidurnya, rupanya ia kelelahan setelah menangis begitu lama.
Menatap wajahnya dicermin, rambut acak acakan ,make up yg luntur karena basah terkena air mata.
Sandrina kembali mengingat video itu, mengingat apa yang dilakukan Askara dan Rachel begitu menyakitkan.
Tapi sesaat kemudian Sandrina tersenyum.
"Ok Askara, ini baru pertunangan, aku tidak menyesal ini terjadi, Kau tidak pantas untukku".