"TUMBEN lo pengen nyebat di taman, Ga?" Raynzal bertanya begitu bibirnya selesai mengeluarkan kepulan asap rokok yang baru saja ia hisap ke udara. Arga hanya melirik Raynzal sekilas sebelum pandangannya kembali fokus pada sekitar. Mencari seseorang yang berhasil membuat dirinya gelisah sepanjang malam. Seseorang yang berani-beraninya meletakkan boneka beruang s****n yang dapat berbicara itu di teras rumahnya. Bahkan para sahabatnya terang-terangan dikatai 'cecunguk', membuat emosi Arga selalu naik saat mengingatnya. "Ada b*****t yang ngasih Shanin boneka." Arga berucap, mengalihkan pandangan semua orang. Bahkan Arkan sempat terbatuk karna asap yang baru saja ia hisap salah masuk, "Boneka? Kapan? Siapa? Dimana?" Arga melirik Arkan malas, tak menyukai respon berlebihan cowok itu, "Semal

