"MAU lo tuh apasih?" Arkan memulai. "Dia duluan yang jambak Shanin." "Terus itu ngebuat lo balik jambak dia?" Richard merespon. "Kata Richard waktu itu boleh bales." Raynzal menggaruk kepalanya frustasi, "Diem kenapa, gak usah jawab!" Hal itu membuat Shanin kini membisu dengan bibir manyun. Arga menatap Shanin intens, "Lo mau masuk ke ruangan khusus?" Tak ada jawaban, gadis itu hanya berdiri sembari memainkan kuku jari tangannya yang baru ia warnai dengan warna ungu, seperti warna rambutnya. "Jawab!" Raynzal gemas sendiri. Dengan polos ditatapnya mata cowok itu, "Tadi katanya gak usah jawab." Arga menghela napasnya kasar. "Bukan urusan Arga. Kan Arga udah gak perduli sama Shanin." Jawab Shanin menyindir. "GAK PERDULI!?—" Tanpa sadar cowok itu membentak, namun ia segera mengatur

