"BOKAP lo nelfon gue, dia nanya lo dirumah gue atau enggak," Shanin yang tadinya tengah menikmati acara televisi terlihat melirik cowok disebelahnya itu yang baru saja meneguk habis satu gelas berisi Vodka-nya. Pandangan Shanin beralih kembali pada TV berukuran besar dihadapannya, "Sejak kapan kalian berdua jadi deket gitu?" "Dia juga udah cerita tentang kejadian tadi, dan menurut gue, lo gak bisa ngehindarin masalah ini," Shanin menggigit bibir bawahnya, ia terlihat menahan kekesalannya. "Dan sekarang dia mau kesini buat jemput lo." Ucapan terakhir Arga terlihat meledakan emosi gadis yang sudah ditahan-tahan sedari tadi itu. Ditatapnya kedua mata Arga dengan tak percaya, "Apa!? Arga ngebiarin dia kesini!?" Suara lantang Shanin memancing perhatian semua orang, bahkan Arkan sudah terl

