SETELAH beberapa hari memutuskan untuk menginap dirumah Arga, hari ini akhirnya gadis itu memutuskan untuk kembali kerumahnya bersama Pandu yang datang untuk menjemput Shanin. Dan di sinilah mereka berakhir, meja makan berukuran besar yang hanya diisi oleh dirinya dan sang Papa. Beberapa kali Shanin melirik bangku kosong dihadapannya, bangku yang biasanya diduduki oleh Via. Sebisa mungkin Shanin menghilangkan rasa sedihnya dan mulai bertingkah seperti biasa. Apalagi karna ia merasa kasihan dengan Pandu yang tak pernah dirinya ajak bicara semenjak kepergian Via. "Papa mau nambah?" Shanin menghentikan suapan pada mulutnya begitu diliriknya piring Pandu yang telah kosong. Dengan lemah Pandu menggeleng, kemudian ia terlihat meletakkan alat makannya sebelum berdehem dengan cukup kuat. "Ada

