PAPAN tulis besar yang saat ini sudah penuh dengan coretan soal matematika sekaligus jawabannya itu nampak sudah satu jam ini Shanin pandangi. Bukan bermaksud untuk memecahkan soal-soal yang belum terjawab dan berlagak sebagai 'hero' untuk mencari perhatian guru dengan maju ke depan kelas, namun sebagai media untuk melampiaskan lamunannya di tengah pelajaran memuakkan ini. Dan sepertinya, keberuntungan masih berada di pihak Shanin karna tak lama, suara bell istirahat pertama itu terdengar. Membuat lamunannya buyar dan di gantikan dengan senyum cemerlang. Meletakkan kepalanya ke atas meja adalah hal yang pertama kali gadis itu lakukan setelah guru menyebalkan di kelas Shanin itu beranjak keluar kelas. Dapat menarik napas lega untuk sekedar menjernihkan otaknya sesaat. Tak menyadari kal

