SHANIN menahan tangan Arga tepat saat cowok tampan berjaket kulit dengan warna hitam itu meraih gagang pintu bertuliskan VVIP Room tersebut. Manik Arga beralih, mendapati wajah tak nyaman Shanin ditemani mata berbinarnya. Menyampaikan sesuatu yang tak bisa gadis itu utarakan. Senyum singkatpun tidak bisa Arga tahan, "Takut?" Shanin mengangguk. Pasalnya, ini akan menjadi pertemuan resmi pertama Shanin dengan David semenjak kejadian menyeramkan beberapa waktu lalu karna saat itu, Ayah Arga pasti tak mengingatnya dikarnakan kondisinya yang tengah kritis. "Bokap gak gigit, paling nyakar." Candanya yang kembali meraih gagang pintu, namun Shanin kembali pula menahannya. "Sebentar, Shanin ambil napas dulu." Pinta gadis berambut ungu yang saat ini tengah terlihat lucu, kemudian tarikan napasp

