BACK TO CAMPUS

1170 Kata
Selesai makan malam, Sam masuk ke dalam kamar sedangkan Hana lebih memilih menonton TV. Berhubung besok dia sudah mulai masuk perkuliahan lagi jadi Hana ingin menggunakan waktu liburnya itu hanya dengan bersantai ria. Meskipun Hana sudah makan malam tapi mungkin karna efek kehamilan ini membuatnya masih ingin makan. Hana pun mengambil camilan yang tadi siang dia beli dan membawanya ke depan TV. Saat Hana sedang menikmati camilan favoritnya Hana di kejutkan dengan Sam yang tiba-tiba duduk di sebelahnya. "Ngagetin aja kamu Sam." ucap Hana sambil masih mengunyah camilannya "Kamu aja yang terlalu fokus sama TV sampek gak liad aku mau duduk disini." "Iya sih. Kamu mau?"ucap Hana menawarkan camilan yang ada di tangannya kepada Sam. "Enggak aku kenyang. Oiya Han, ini tabungan aku."ucap Sam sambil menyerahkan satu buah buku tabungan dan dua atm. "Tabungan?" "Iya. Yang di buku tabungan itu tabunganku selama ini dari hasil perhotelan. Terus yang di atm itu hasil dari cafe aku selama ini. Sedangkan yang ini kredit cart unlimited kamu bisa gunakan untuk beli apapun keperluan kamu." Sam menjelaskan satu persatu barang yang dia bawa. "Kenapa di kasik ke aku semua? Aku ambil atm ini aja."ucap Hana menyerahkan kembali buku tabungan dan kartu kredit ke Sam. "Udah kamu simpan aja semua. Kamu itu istri aku jadi sudah seharusnya aku kasik nafkah buat kamu. Kamu kelola aja uang itu." "Atm ini aja udah cukup Sam. Aku gak perlu tabungan ini. Ini kan tabungan kamu." "Tabungan aku juga tabunganmu Han. Uang aku uang kamu juga Han." "Terus kamu sendiri gimana kalau semua di kasih ke aku?" "Aku masih ada kok uang tunai. Dan kalau aku butuh nanti aku minta ke kamu ." "Ya udah, ini tabungan nya aku simpan. Untuk kebutuhan kita aku akan ambil di atm yang ini. Tapi untuk kartu kreditnya aku gak mau gunain." "Terserah kamu aja Han. Kamu atur sendiri aja." Hana pun berdiri dan hendak masuk ke kamar untuk menyimpan buku tabungan itu. Tiba-tiba Sam menarik tangan Hana dan membuatnya jatuh terduduk di pangkuan Sam. Sontak Hana berontak hendak berdiri tapi Sam memeluk pinggangnya erat. Gerakan Hana itu reflek membuat bagian bawah Sam menegang. "Jangan banyak gerak Han kalau gak pengen adik aku berdiri." Hana yang mendengarnya langsung diam seketika. Hana tau yang di maksud "adik" disini adalah sesuatu yang menjurus ke hal lain. "Nah gitu dong." "Lepasin Sam. Aku mau simpan buku tabungan ini." "Tunggu bentar. Aku udah ngasih kamu kewajiban aku kira-kira kapan kamu mau ngasih hak aku?"ucap Sam menggoda Hana. "Ka..kamu tau aku masih belum siap."ucap Hana gugup. Dia tau sudah seharusnya dia memberikan haknya Sam tapi sejujurnya saat ini dia masih belum siap untuk itu. "Ya aku tau. Aku akan nunggu kamu sampai kamu siap.Tapi jangan lama-lama ya." ucap Sam sambil memencet hidung Hana gemas. "Ahhh..sakit Sam" ucap Hana sembari mengusap hidungnya yang tadi di pencet oleh suaminya itu. Tanpa disadari Hana memaju-maju kan bibirnya karna kesal. Sam yang melihat itu seketika mencium bibir Hana. Cup.. Hana yang menerima serangan mendadak itu hanya mampu terdiam mematung. Hana tidak tau harus berbuat apa. Pikirannya blank. Baru kali ini dia merasakan Sam mencium bibir dalam keadaan sadar. "Kenapa? Mau aku cium lagi?"tanya Sam menggoda Hana. Hana pun segera menutup mulutnya. "Makanya mulutnya jangan di monyong-monyong gitu. Buat aku jadi pengen cium tau." "Apaan sih kamu Sam." "Hahahahaha... habisnya kamu lucu kalau malu gitu Han. Jadi pengen gigit." Hana yang mendengar itu hanya bisa menunduk malu. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Jantungnya berdegup kencang sekali "Ya udah sana kalau mau ke kamar. Kalau lama-lama disini gak janji aku bisa menahan diri." Hana segera berdiri dan berjalan cepat menuju kamarnya sambil memegang jantungnya yang berdebar hebat. "Kamu lucu banget sih Han. Lama-lama gini bisa khilaf lagi aku"ucap Sam sambil memperhatikan Hana yang mulai hilang di balik pintu kamar mereka. Pagi pun tiba, Sam bersiap untuk mengantarkan Hana ke kampusnya. Hari ini hari pertama Hana masuk perkuliahan lagi setelah seminggu absen kuliah untuk mengurus pernikahan mereka. "Hari ini aku gak ada kuliah Han. Nanti telfon aja kalau sudah selesai nanti aku jemput." "Oke." "Aku tunggu di Cafe aja ya sekalian aku mau ketemu Beni." "Iya sudah." Mobil itu pun berjalan membelah keramaian kota jakarta menuju kampus Hana. Hana keluar dari mobil itu bareng dengan Sam yang juga keluar. "Kamu ngapain keluar? Katanya mau ke Cafe?"tanya Hana. "Mau lihat kamu." "Udah deh Sam. Di kampus ini jangan nge gombal gitu deh." "Hahahaha... iya udah hati-hati ya."ucap Sam sambil mencium pipi Hana. "Sam, apaan sih. Malu-maluin tau."ucap Hana sambil melihat sekeliling yang untung saja tidak terlalu ramai. Tapi ada beberapa orang yang memperhatikan kemesraan mereka dan mulai berbisik-bisik. Hana tau Sam cukup populer di kampusnya jadi kejadian ini pasti membuat heboh satu kampus. "Ngapain malu kan udah sah."bisik Sam. "Ya tetap aja malu Sam. Udah lah aku mau masuk dulu." "Oke hati-hati ya honey." teriak Sam agak keras. Hana yang mendengarnya hanya bisa tertunduk malu dan berjalan cepat menuju gedung fakultasnya. Kejadian di tempat parkir saat Sam mencium pipi Hana sontak membuat heboh satu kampus. Mereka tidak menyangka Sam berpacaran dengan Hana yang bisa dibilang biasa saja. Kabar itu pun sampai juga di telinga Vina. "Hana,,,Cie pengantin baru"ucap Vina kepada sahabatnya itu saat di kantin. "Apa sih Vin?" "Hahahaha...eh gosip kamu udah nyebar tau." "Gosip? Gosip apaan?" "Masak kamu gak tahu sih Han? Semua pada heboh loh. Coba lihat ini."Vina pun memberikan handphonenya pada sahabatnya itu. Di grup fakultas banyak orang yang membicarakan kejadian tadi pagi. 'Eh serius mereka pacaran' 'Iya orang aku lihat kok Samuel cium pipinya Hana' 'Samuel yang mantannya Tari itu?' 'Iya loh.. wah hebat juga ya si Hana' 'Tapi aku denger dari sepupu aku yang pernah satu SMA sama mereka, dulu mereka sempet pacaran cuma putus. Gak tau putusnya kenapa' 'Yah patah hati dah aku' Bahkan ada beberapa orang yang menyebutnya sebagai Hari patah hati sedunia. Begitu populernya Sam sehingga banyak orang yang merasa sakit hati saat mendengan kalau Sam sudah punya kekasih. Begitu pun sebaliknya beberapa mahasiswa laki-laki yang menyukai Hana pun harus patah hati karna pujaan hatinya sudah memiliki kekasih. Baru kali itu Hana mengakui ke popularitas suaminya itu tapi Hana tidak menyangka kalau ada orang-orang yang juga menyukainya. Selama ini Hana hanya merasa tidak ada laki-laki yang mendekatinya sehingga dia menganggap tidak ada laki-laki yang menyukainya. Bukan cuma di grup kampus saja yang heboh bahkan di grup w******p SMA nya juga ramai mendengan hubungan mereka. Mereka tidak menyangka Hana akan kembali kepada Sam. "Wah heboh banget ya. Mereka tau nya pacaran doang bagaimana kalau sampai mereka tau kamu sama Sam udah nikah pasti tambah heboh mereka semua."ucap Vina. "Hussstt.. jangan keras-keras Vin." "Sorry,, tapi kenapa gak boleh keras-keras? Emang mereka gak boleh tau kalau kalian sudah menikah" tanya Vina dengan suara pelan. "Bukan gitu, cuma aku belum siap aja kalau sampai mereka tau aku nikah sama Sam. Biarkan mereka tau sendiri hubungan aku sama Sam." "Oke oke." "Makan aja yuk aku lapar nih." "Habis ini kamu mau kemana Han?" "Perpus kamu ikut kan?" "Oke dah bumil ku."ledek Vina "Ishhh... Vina." "Hahahahhaha..." Vina pun tertawa melihat sahabatnya itu marah-marah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN