Pagi ini Meysa berniat bertemu dengan seseorang yang cukup spesial dihatinya. Sejak semalam ia memikirkan kejadian-kejadian yang membuatnya selalu dihantui rasa bersalah. Setelah mengantarkan Kevin sekolah, Meysa langsung menuju Naam Industries dan membujuk seseorang ini untuk mengakhiri semua permasalahan yang ada. "Honey, kapan kita mengakhiri semua ini?" Tanya Meysa bergelayut manja dilengan pria itu. "Maksudmu kita bongkar semuanya?" Tanya pria itu. "kenapa? Memangnya kamu sudah siap untuk berpisah dengan Reynand." Lanjutnya mengusap rambut Meysa sayang. "Siap–" ucapnya menarik napas dalam "–lagi pula setelah itu kita akan menikah 'kan? Dan membesarkan anak kita?" Meysa bertanya penuh harap sembari mengusap perutnya yang masih rata. Walaupun ia belum sepenuh

