L I M A B E L A S

819 Kata

    Bugh...     "Ini untuk mata mu yang kurang hajar." Satu pukulan ia berikan kepada Yanto.     Bugh...     Bugh...     "Dan ini untuk tangan dan mata mu yang sudah berani menyentuh Naya."     Pukulan bertubi-tubi ia berikan kepada Yanto dan Deri. "Sialan, sudah ku bilang, jangan sentuh dia!"     Dengan nafas memburu, pria ini pun pergi meninggalkan mereka. Jika bukan rasa kemanusiaan mungkin ia sudah memutulasi kedua orang itu.     Ia menaiki tangga dengan langkah lebar, ketika  hendak menggenggam knop pintu, ia melihat asisten rumah tangga yang ia tugaskan untuk membersihkan tubuh Kanaya sudah berdiri di depan pintu.     "Sudah kau kerjaan tugasmu?" Tanya-nya pada Gigi.     "Sudah, saat ini nona Kanaya sedang tertidur."Gigi berkata sembari mempersilahkan pria itu masuk. "Saya p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN