T I G A P U L U H

1012 Kata

    Kanaya hanya tersenyum dan melenggang pergi meninggalkan Reynand disana, pria itu membulatkan matanya melihat wanita itu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.     Seriously, dia ditinggal tanpa kejelasan. "Apakah ini yang disebut karma?" Gumamnya ikut melenggang pergi mengikuti Kanaya. Ia hanya tersenyum kecut memikirkan itu.     "Kanaya kemana Pa?" Reynand mengedarkan matanya mencari keberadaan Kanaya dan Nara. Kedua wanita yang sangat ia sayangi tidak terlihat sama sekali.     "Dikamar." Aska melirik sekilas dan kembali fokus menatap layar Ipad yang menampilkan sebuah email yang dikirim oleh seseorang.     "Mau kemana? Kata Bunda, itu urusan wanita. Pria ngga boleh ikut campur ... Disini aja temani Ayah." Aska menepuk sofa disampingnya menyuruh anaknya duduk disana.     Sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN