Kanaya hanya terkekeh mendengar penuturan bijak dari Meysa. Semakin dewasa wanita itu semakin bijak. Padahal dulu sekali, saat mereka masih sekolah wanita yang paling bijak dalam menyikapi sesuatu adalah Kimberly dan juga dirinya. "Kenapa semakin dewasa kamu semakin bijak." Kekeh Kanaya sembari mengusapi pipinya. "Karena kehidupan yang mengajarkanku," ujarnya tersenyum. "Oh ya, kapan kalian akan menikah?" Meysa bertanya sembari memberikan keripik kentang kehadapan Kanaya. Kanaya membulatkan matanya mendengar pertanyaan itu, ia tidak menyangka jika Meysa akan mengatakan hal itu. Lagi pula bukannya mereka baru bercerai sebulan yang lalu. Ia menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban. "Kenapa?" Meysa menggenggam jemari Kanaya. "Aku ikhlas Mas Reynand meni

