D U A P U L U H T I G A

1432 Kata

    "Mas." Panggil Kanaya kesal. Sejak ia memasak sarapan untuk mereka ber-empat, Reynand selalu mengikuti setiap langkah Kanaya bahkan memeluk tubuh wanita itu ketika ia berdiri didepan kompor.     "Hm," Jawab pria itu tanpa memedulikan kekesalan Kanaya. Ia bahkan mengecup bahu dan pipi Kanaya berulang kali. Berharap kekesalan itu akan berkurang atau bahkan menghilang.     "Aku lagi masak." Kanaya menuangkan kecap keatas wajan.     "Jangan kebanyakan, Kevin nggak terlalu suka. Jangan lupa sosis dan baksonya." Ucap Reynand mengingatkan. Walaupun ia sudah memberitahu bahwa Kanaya adalah ibu kandungnya, namun pria itu masih harus mengingatkan makanan dan kegiatan yang Kevin sukai agar mereka semakin dekat.     "Terus nanti telur mata sapi nya jangan terlalu matang." Lanjutnya menyeringai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN