71

960 Kata

Pov Hanson Aku menemui istri tercintaku yang ternyata sedang makan, aku duduk di sampingnya "sayang bagaimana dengan gadis itu, apa dia puteri kita?" Istriku bertanya dengan suara lembutnya yang selalu membuatku luluh. "Kau memang benar sayang, gadis itu adalah puteri kita," aku melihat sinar bahagia dari mata istriku "aku memang yakin dari awal saat aku bertemu dengan dia dan ternyata dugaanku tidak salah kalau dia adalah puteri kita hiks, hiks," aku menangkup wajah istriku dan menghapus air matanya. "Jangan menangis, kita sudah menemukan puteri kita, mulai sekarang aku tidak mau kau menangis lagi karena kau sudah terlalu banyak menangis sayang," kukecupi bibirnya yang ranum. "Aku tidak akan menangis lagi," dia memelukku dan aku balas memeluknya dengan erat, sesekali aku kecup ubun-ub

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN