Abi sungguh gila. Dia merasakan itu secara sadar. Ia tidak berpikir jauh, bahwa Sela, dengan teganya mengusir Kaina dari rumah. "Abi? Kamu... maafin kelakuan anakku, Bi." Abi sebal ketika suara Sela mulai dibuat-buat, dan Abi mencoba menelisik bagian dalam rumah Sela. "Kenapa dengan Kai?" Sela mendekati Abi, memeluknya seolah mengharapkan Abi agar berada disisinya. "Kamu jangan ninggalin aku karena ulah Kai, ya? Walaupun dia hamil, kita akan tetep bersama. Kamu nggak perlu cemas, aku udah usir dia dari sini. Dia nggak pernah ke sini lagi, dan dia nggak akan ganggu kita-" "Apa yang kamu maksud? Kamu ngusir Kaina?!" tanya Abi dengan nada yang tidak bisa menutupi keterkejutannya lagi. Dilepaskannya pelukan Sela. "Iya. Aku nggak kuat ngurus dia lagi. Kalo aku biarin dia tinggal di sini

