22

947 Kata

Mungkin Kai akan senang jika yang ia kandung adalah hasil buah cintanya bersama Zaka, tapi ada sedikit rasa tidak rela karena kini yang ia kandung adalah anak dari Abi. Tidak apa, selama Abi tidak memaksanya kembali, maka Kai akan tenang berjalan menapaki jalan hidupnya berdua... bersama bayinya. "Tumben hari ini sepi. Kenapa, ya?" tanya Dewi yang menyandarkan kedua tangan di meja. Matanya menerawang ke depan, tepat di pintu masuk. "Maklum lah, namanya juga usaha. Nggak melulu rame membludak, segini aja kita udah kelimpungan. Apalagi entar malem," ucap Nina menanggapi Dewi. "Mbak. Liat Mas Ahzam nggak belakangan ini?" "Kenapa emangnya, Dew?" Nina menghela napas, mengetahui apa yang akan Dewi lontarkan. Sedangkan Dewi, semakin hari semakin jahil saja menggoda Ahzam yang begitu perh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN