DLE-19

1062 Kata

° ° Kujajari langkah Andes yang bertempo cepat. Heran. Padahal dia termasuk lelaki imut, tapi demi melihat langkahnya yang cepat... Wah! "Ndes!" panggilku. Dia berhenti lalu menoleh, tersenyum. "Oh, maaf. Aku lupa kalo kamu ikut aku ke agensi," dia kembali. Menyugar rambutnya, bibir tipisnya berdecak. "Capek? Si dedek nggak apa-apa?" tanyanya khawatir. "Nggak pa-pa," Kali ini langkahnya lebih pelan. Dia melingkarkan tangannya di pinggangku. "Ndes, boleh tanya?" "Hm," "Kamu belum selesai-in sama Erika ya?" Dia mengangguk,"Tapi emang kita nggak ada apa-apa, Shy. Kamu liat sendiri aku marah kan sama dia waktu itu?" "Iya sih. Tapi kentara banget, dia masih--" Chup "Perlu kita berbuat disini?" Aku diam. Dia menarikku dalam pelukannya. Dia tak peduli kami saat ini berada di lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN