° ° Bolehkah aku berharap yang terbaik? Bolehkah aku memohon Tuhan mengampuni suamiku? Bolehkah aku meminta Andes bertahan? Setidaknya, demi darah dagingnya yang tumbuh sehat di rahimku. Saat tiba di lokasi, ternyata Andes sudah dibawa ke rumah sakit. Tinggallah sosok yang bernama Chevy itu, yang masih duduk termangu di dalam mobil polisi. Aku menerobos masuk meski dilarang, aku keras kepala. Lalu entah Zen bilang apa, cekalan di tanganku mengurai dan mereka mempersilahkan aku masuk. Tentunya ditemani seorang opsir. Tangan lelaki muda itu berlumuran darah. Darah Andes. PLAK! Kucengkram rahangnya, kudongakkan wajahnya agar menghadapku. "Banci kaleng! Aku tak pernah mengumpat jenis dari kalian, sekalipun. Tapi kali ini, keterlaluan. Mengganggu hidupku. Mengambil milikku. Siapa ka

