PART 8

1908 Kata
Diana Rajacenna Henzie cantik dan sopan, gadis yang masih keturunan belanda, itu yang Aku tau dari mommy saat ia membawa nya kerumah dengan keadaan yang bisa dibilang tidak begitu baik. saat pertemuan pertama ku dengan nya entah mengapa ada getaran aneh didalam d**a ku tapi Aku tepis semua itu, mungkin Aku hanya mengagumi kecantikan nya. Saat mommy memkasa ku untuk menikahi nya Aku marah, Aku tidak mencintai nya walau kuakui Aku sedikit tertarik dengan nya, Aku hanya mencintai dia Putri Natasya sorang gadis mungil nan manis, Aku berpacaran dengan nya sudah lama sejak Aku  sekolah menengah atas sampai sekrang, ia adalah seorang model terkenal tapi entah kenapa Aku tidak suka dengan profesi nya yang sekarang, Aku merasa ia telah berubah bukan Putri yang ku kenal dulu yang manis dan kalem, Putri yang sekrang sangat berbeda, dari dulu nya yang lugu dan manis sekrang berubah jadi wanita yang matang dan sedikit agresif menurut ku. walau pun Aku sedikit tidak nyaman dengan perubahan nya tapi Aku tetap mencintai nya. Mommy, mengingat wanita yang sangat Aku hormati dan Aku sayang membuat ku tidak bisa berkutik atas perintah nya, Aku terlalu menyayanginya hingga membantah pun Aku tidak sanggup saat ia memaksa Aku menikahi Diana  "mom tidak mau tau, Kamu harus menikah dengan Diana." kata mom tegas " Aku nggk bisa mom, Aku mencintai Putri, Aku akan menikah dengan nya, bukan dengan gadis itu." tunjuk ku kearah Diana, ia hanya bisa menunduk takut  "mom tidak akan setuju kamu dengan prempuan jalang itu, apa baik nya dia hanya bisa mempermainkan mu seenak nya saja." "Dia bukan jalang mom, tolong mengerti lah.mempermainkan ku?apa maksud mommy kalau Putri mempermainkan ku, dia tidak begitu mom dia wanita baik-baik dan Aku menyukainya." kata ku melemah dan mommy mendengus sinis mendengar perkataan ku. "Kau terlalu buta untuk melihat orang yang disekitar mu nak, Kau seharus nya sadar setelah ia meminta duit pada mu lalu ia menghilang entah kemana, lalu ia kembali dan mengumbar kata cinta setelah itu Kau luluh dan ia pun akan mengulangi nya lagi, itu yang kau katakan tidak mempermainkan mu? Jangan bodoh!!" kata mommy sambil menekankan kalimat'bodoh', Aku hanya bisa diam, yang dikata mommy memang benar tapi bagai mana,Aku terlanjur mencintai nya, kata kan lah aku bodoh tapi begitu lah fakta nya, dan Aku tidak bisa meninggal kan Dia. "Mommy mu benar nak, mengapa Kau menunggu orang yang tak pasti sedang kan ada seorang wanita yang mau membuka tangan untuk menyambut mu disini" kata daddy, refleks Aku melirik Diana yang sedang memain kan ujung jilbabnya yang panjang. "Aku tidak yakin kalau ia wanita baik-baik, jaman sekarang banyak orang menutupi diri nya dengan jilbab tapi sebenar nya ia adalah jalang sesungguhnya nya." aku bisa melihat badan nya menegang dan langsung memandang ku tak percaya,  "apa Aku salah bicara, Aku benar kan jaman sekrang banyak sekali yang seperti itu" batin ku "Jaga bicara mu nak, Diana tidak seperti itu, ia anak yang baik dan berpendidikan tinggi, dan ia juga rajin beribadah" kata daddy tak suka.Aku hanya tersenyum sinis 'rajin beribadah hee' cemo'oh ku dalam hati "Memang nya Kamu, disuruh kemesjid malah ke clubbing dengan wanita itu, seperti anak setan saja" kata mommy sadis "dan kau mommy nya setan" kata ku dalam hati. mana mungkin Aku berani mengatakan seperti itu didepan daddy bisa digantung Aku. Aku menghebus nafas lelah malas berdebat denga orang tua satu ini. "Mommy tidak mau tau, mau atau tidak mau,kamu harus menikah dengan Diana titik, ayo na kita pergi."  kata mommy sambil menarik tangan Diana dan berlalu pergi entah kemana. Tinggal lah Aku bedua dengan daddy " nak kami memaksa mu  untuk menika denga Diana bukan berarti kami tidak menyayangi mu, justru sebalik nya kami terlalu saya pada mu hingga kami harus melakukan nya." daddy memang sesosok pria yang lembut dan juga tegas, ini yang Aku suka dari daddy. Beda dengan mommy yang selalu berapi-api. "Aku mencintai nya dad." daddy tersenyum kearah ku dan mengelus kepala ku "Kau sebenar nya tidak mencintai nya nak, Kau hanya kasian kepadanya karena menurut mu dia tidak punya siapa-siapa selain Kamu, Daddy orang tua mu dengan tangan pria tua inilah kamu dibesar kan dengan tulus dan kasih sayang, daddy sangat tau kamu nak."Aku terdiam, benar kah? benarkah yang daddy katakan.  "suatu saat kau akan mengerti nak, jangan salah kan mommy mu, suatu saat kau akan berterima kasih padanya." aku mengkerut kening ku binggung, Aku mersa ambigu dengan perkataan daddy tadi "maksud daddy." bukan menjawab daddy malah tersenyum misterius ___________________________ Tiba lah saat dimana aku sekarang akan melangsungkan ijab kabul, aku memakai baju adat yang baru aku liat, sedikit aneh tapi unik, siwanita memakai baju hitam dihiasi benang emas dan memakai songket tidak lupa topi yang menghiasi kepala nya, ntah lah aku tidak tau apa nama nya dan baju ku tidak jauh beda dengan nya beda nya Aku memaki kris yang disebelah pinggang ku Aku mengucap ijab kabul ku denga jelas dan lantang, Aku menghembus nafas lega kutoleh kan kepala ku arah Diana Aku melihat ia menangis sambil memanjat kan doa nya. Selesai berdoa ia pun menyalimi dan mencium tangan ku, Aku tak henti memandang nya entah apa yang ada dipikiran ku sehingga Aku selalu memuji kecantikan nya didalam hati, seakan-akan aku teringat sesuatu kalau Aku telah menghianati kekasih ku disitu tumbuh rasa benci ku terhadap Diana ia adalah wanita parasit dihubungan ku dan Putri. Kini tiba lah acara resepsi nya, masih adat sumatra tapi yang satu ini lain lagi, dan kali ini aku menganli adat ini. Saat ini kami memakai adat padang dan dengan warna yang sama. Aku heran mengapa adat sumatra kenapa tidak adat belanda bukan kah mereka keturunan belanda. Malas memikirkan hal yang tidak penting jadi Aku buang jauh-jauh pertanyaan itu Kami menyalami tamu satu-satu dan tak lupa tersenyum sebagai bentuk kalau kami bahagia saat ini, pernikahan ku cukup meriah banyak rekan kerja ku dan daddy yang hadir dan tak lupa juga keluarga dari Diana yang masih berkebangsaan belanda. Aku melihat keluarga Diana seperti nya mereka orang yang berada tapi mengapa diana bisa dijual oleh ayah nya? Dan mengapa keluarga nya membiarkan nya? Masih banyak pertanyaan-pertanyaan dikepala ku. Tak lama ada seorang perempuan paruh baya menghampiri kami "Diana." panggil perempuan itu dengan lembut "mak wo" kata Diana sambil memeluk wanita itu denga erat "pia mendadak nio nak, kau ideak agi nggap mak wo neh iduk agi ya" kenapa mendadak banget nak? Kamu nggak nggap mak wo ini sebagai mama kamu lagi ya. kata perempuan itu denga bahasa yang aneh "pia mak wo bakicaik senitoh" bagai mana bisa mak wo berkata seperti itu balas diana masih dengan bahasa yang sama "jadi pia? Kau dipeso duek antu toh ya" jadi kenpa? Apa kamu dipaksa sama setan itu ya "Ideak mak wo ineh memang kehendak ana nio" nggk mak wo ini memang kehendak ana "Ya nioa? Kalu sampai mak wo nengo hal yang idek lemak tentang kau, kau ngimak akau melawang uhoa ineh galo-galo" bener? Kalaussampai mak wo dengar hal yang tidak enak tentang kamu, kamu lihat aku melawan orang-orang itu Kata wanita itu lagi "sudah ma, jangan membawa bahasa pelanet itu, mereka Akan tersinggung  nantik malah salah paham, dikirain mama menggibahi mereka."reflek wanita yang dipanggil makwo oleh Diana itu pun memukul pria disebelah nya, yang dipukul pun cengengesan. Diana pun ikut tertawa melihat ekpresi lelaki itu. tampa sadar Aku tersenyum mendengar tawa Diana yang merdu. seakan tersadar Aku pun berdehem sambil menetral kana wajah ku. "Ayo kita turun ma,lihat antrian nya sudah panjang."kata pria itu sambil membawa wanita paruh baya itu turun. "Mereka bilang apa." tanya ku ke Diana  "tidak ada, mereka hanya menyapa" kata nya sambil tersenyum dan Aku mengangguk tanda mengerti, padahal Aku tau kalau ia bohong. _______________________________ Tak terasa sudah hampir satu tahun Aku menikah dan keadaan rumah tangga ku biasa-biasa saja tidak ada yang spesial, Dan  seperti biasa Aku selalu pulang larut, Aku sengaja pulang malam karna setelah pulang jam 5 aku langsung ke apartemen kekasih ku. Hanya sekedar untuk berpacaran. "kenapa tidak tidur disini saja sayang." kata Putri dengan manja  "Aku harus pulang sayang" kata ku lembut, ia pun mengerucut bibir nya tak suka.melihat tingkah nya pun Aku gemas lalu mecium bibir nya ia pun membalasan lumatan bibir ku lama-kelaman lumatan itu pun jadi penuh nafsu  "dasar gadis penggoda" kata ku setelah bibir kami terlepas ia pun tersenyum genit kearah ku  "tapi kau suka" kata nya lagi dengan serak dan kami pun melakuan nya, kata kan lah aku berengsek Aku melakukan itu sambil membayankan istri ku dirumah. enatah Apa yang dalam fikiranku hingga bisa-bisa membayangkan dDiana saat bersama Putri Hari menujukan pukul 12:30 cukup lama Aku disini, Aku melihat putri ketiduran ia tampak lelah, Aku tersenyum sambil mengelus kepala nya denga sayang  maaf kan Aku yang b******k ini, tidak seharus nya Aku  melakukan itu sambil membayangkan wanita lain gumam ku dalam hati, apa Aku mencintai nya dan kembali Aku tepis itu jauh-jauh sambil mengegeleng kan kepala seolah mengusir pertanyaan itu diotak ku, Aku pun bergegas memakai baju lalu berjalan keluar apartemen itu.  tepat pukul satu Aku samapai dirumah, entah mengapa kaki ku melangkah menuju ruang makan. Aku pun melihat dimeja makan sudah tertata rapi  "seperti nya ia menunggu ku lagi" ada rasa menghangat yang menjalar dihati ku. Aku melihat pandangan nya seolah-olah menilai penampilan ku yg berantakan "mas kenapa? Kok berantakan gini?" kata nya sambil mengambil tas jinjing ku dan tak lupa mencium tanganku "banyak kerjaan " jawab ku singkat  "bukankah mas punya sekretaris?seharus nya ia bisa membantu mas meringan kan pekerjaan dan" Aku mulai jengah denga pertanyaan nya, dengan keadaan lelah sampai diruma diintrogasi membuat ku naik darah sihinga tanpa sadar membentak nya. "Cukup!! Aku kerja seharian dengan badan letih bukan untuk medengar omelan mu bukan terima kasih malah diceramah, sudah sana bikin pusing aja." kata ku, ia pun terdiam "Mas mau makan dulu apa mau mandi dulu." bukan nya mejawab Aku pun langsung meninggal nya begitu saja. *** Kesokan nya Aku pulang jam 12 entah mengapa terbesit rasa rindu untuk melihat Diana saat tiba diruma melihat rumah sepi walau pun sebenarnya ruma ku memang sepi tapi kali ini beda "mbok Diana kemana" tanya ku dengan bi ijah "mbok ndak tau den, kata nya mbak ana pergi sebentar, tapi sampe sekarang mbak Diana bulum pulang juga" Aku pun menganggu dakn menyuruh nya kembali bekerja lagi Aku melihat Diana berjalan menuju kearah ku sambil menunduk takut "kamu dari mana?" Kata ku dengan  dingin,ia hanya hanya mengeleng kan kepala. Aku dengan kesal tampa sengaja membentak nya "KAMU DARI MANA!!" Aku bisa melihat bahu nya terangkat karena terkejat akan suara bentakkan ku "A..Aku dari bekerja mas." jawab nya pelan,tapi Aku masih bisa mendengar nya "a u a u a u yang jelas ngomong nya, kamu dari mana."kataku dengan kesal dan gemas sekaligus "Aku hiks hiks dari bekerja mas hiks" kata nya terisak, Aku kaget mendengar perkataan nya, berkerja?Apa dia masih juga kekurangan?padahal Aku memberi nya uang lebih dari cukup. "apa?kerja? Apa uang yg aku kasih kekamu itu kurang masih belum cukup iya ha."Aku memberi nya cukup untuk membli semua kebutuhan nya. "nggk mas Aku hanya bosan dirumah dan Aku ingin cari_." PLAK sebelum dia menyelesai kan perkataan nya Aku pun langsung menampar nya. ia menatap ku tak percaya mungkin antara kaget dan menanggung nyeri dipipi nya. tak ingin lepas kedali lagi Akupun langsung berlalu dihapan nya. Ada rasa menyesal dihatai saat menamparnya, Aku terduduk ditepian kasur sambil menatap tangan ku yang gemetaran, dengan kesar Aku melepar apa saja yang ada disebelah ku. meluap kan rasa amarah dan juga rasa bersalah yang menjalar dihati. . . .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN