flasback.
Aku sedang berada ditaman bersama Putri, dia memakai dres santai bermotif bunga lili sangat pas dibadan nya yang mungil. rambut panjang nan ikal digirai nya menabah kesan kalem dan polos.
Putri adalah anak yatim piatu dia hanya tinggal bersama bibi nya, yang sedang sakit, Aku mengenal Putri saat kami semasa SMA dia adalah salah satu adik kelas yang paling diminati selain polos dan juga cantik dia juga sangat pintar. itu menabah kesan plus dimata ku, tingkah nya yang selalu apa ada nya memebuat ku jatuh hati.
tepat pada hari kelulusan bibi yang mengasuh nya selama ini masuk rumah sakit, Aku dan putri pun buru-buru menuju kesana, ternya bibi nya mengidap penyakit tumor otak, Putri pun baru tau tentang penyakit yang diderita bibinya itu, ia menangis saat tau kalau bibi nya tidak bisa bertahan lagi.
Aku langsung memluk nya untuk memberi nya kekuatan "kamu tidak sendiri, masih ada Aku disini."kata ku sambil menghapus Air mata nya.
"Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi ky."kata nya dengan pilu. Aku pun memeluk nya dengan erat
"tidak kamu masih memiliki Aku, Aku janji. Aku bakal terus selalu bersama kamu dana Aku nggak akan meninggal kan mu, percayalah."kata ku sambil mencium kedua mata nya yang terus mengeluar kan Air mata
"kamu sudah berjanji ky, kamu tidak bisa mengikari nya, apapun yang akan terjadi kedepan nya kamu bakal terus bersama ku, kamu sudah berjanji tidak akan membiar kan ku sediri. kamu harus pegang janji kamu ky, kamu harus pegang janji kamu."kata nya.
"iya Aku janji, Aku nggak akan pernah pergi dari kamu dan nggk bakal ninggalin kamu sendiri, kalau bisa Aku langsung menikahi mu sekrang juga."kata ku penuh yakin,ia tersenyum mendengar perkataan ku.
hari berganti bulan dan bulan berganti tahun kami bersama,kami memilih kampus yang sama. saat tamat kuliah Aku memilih bekerja menjadi kariawan biasa, Aku bisa saja langsung memilih jabatan ku disini karena semua ini milik orang tua ku, tapi aku tidak ingin begitu, Aku ingin mencoba merintis dari bawah. tidak mudah memang tapi Aku dapat merasakan menjadi orang biasa memang tidak mudah apa lagi orang-orang itu tidak mengenal mu.
saat aku memilih bekerja dari bawah aku sempat cekcok dengan Putri karena ia merasa waktu ku tidak lagi sepenuh nya untuk dia, tapi Aku mencoba untuk memberi nya pengertian, dan akhir nya ia mau memahami keinginan ku.
saat Aku mendapat gaji pertama, aku merasa bahagia, Aku langsung mengajak Putri untuk makan-makan dan membeli apa yang dia ingin kan.
"nah kita makan disini yah, disini bakso nya enak banget, kamu harus mencoba nya." kata ku dengan semangat.
"ck kamu apa-apaan sih, bawa aku kesini. makanan disini itu kotor banyak kuman nya, biasa kita juga makan direstoran kan."katanya dengan kesal. Aku merasa tidak enak dengan orang-orang disana Aku pun menarik nya untuk keluar.
"kamu apa-apan sih."kataku dengan kesal
"kamu yang apa-apaan, jelas-jelas aku nggk suka makan disana, lebih enak makan di caffe lebih nyaman nggk ada debu dan terjamin kebersihan nya."kata nya, Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan Putri.
"bukan nya kita juga pernah makan dipinggir jalan dan lihat sampai sekarang kamu tidak apa-apakan, sekarang kenapa bisa-bisa berkata seperti itu."Putri pun berdecak kesal dan berlalu pergi.
Aku menghela nafas melihat tingkah Putri yang makin hari makin membuat ku lelah. Aku pun mengejar nya, Aku pun memegang lengan nya, bisa ku lihat wajah kesal nya
"hah maaf kan Aku, ayo kita makan direstoran yang kamu ingin kan, hari ini kamu bebas ingin memakan apa saja."kata ku dengan lembut, dan seketika ia tersenyum lalu memluk ku,
"aaahh makasih ya sayang, ayo."
***
hari ini adalah hari adalah hari jadian ku dan Putri, Aku mengajak nya menuju restoran mewah, Aku bisa melihat matanya berbinar senang membuat ku tersenyum.
"apa Kamu suka."ia mengangguk senang.
setelah itu kami pun memilih untuk jalan-jalan menikmati malam, Aku melihat kearah jam sudah menujuk pukul setengah sepuluh, kami pun memutuskan untuk pulang.
saat dijalan menuju apartemen nya Putri tiba-tiba hujan turun, dengan cepat Aku melaju menuju apartemen nya,
"ck kenapa kamu nggk bawa mobil aja sih tadi, jadi nyakan nggk basah gini, emang kamu nggk bisa apa bilang sama papa kamu buat naik pangkat aja, jadi kita nggk bakal susah begini."kata nya dengan kesal
aku menghela napas, lagi-lagi pertengkaran kamu gara-gara ini.
"sekarang kamu nya apa."kata ku setelah ia puas mengeluarkan semua kata-katanya
"Aku pengen kamu yang mimpin perusahaan papa kamu, dan begitu kita nggk bakal susah kaya gini ky."kata nya dengan nada memohon.
"Put, kamu tau kan. Aku pengen merintis dari nol. Aku pengun merasakan bagaimana susah mencari uang, agar kedepan nya kita bisa lebih menghargai nya dan semua ini nggk bakal lama sayang, asal kamu mau sabar."kata ku dengan nada rendah
"uuh sabar sampai kapan, aah Aku masuk dulu kamu pulang saja, oya kita nggk perlu bertemu dulu."kata nya dengan judes
"maksud kamu."kata ku tak suka."
"iya,kita nggk usah ketemu dulu. Aku bosan terus seperti ini terus."setelah mengatakan itu dia pun pergi.
***
dua bulan sudah Aku tidak bertemu putri, dan dia ternyata sudah menjadi model walau pun belum terkenal tapi penghasilan lumayan walau pun untuk pemula. Aku senang melihat wajah nya kini sudah banyak dimajalah-majalah ternama. dia tampak sangat bersinar disini.
beberapa hari ini Aku mencoba untuk menghubungi nya tapi tidak pernah dia angkat dan Aku mencoba untuk mengirim kan pesan untuk nya namun tak ada balasan, Aku mencoba berfikir positif, mungkin ia sibuk.
dan beberapa bulan telah berlalu Aku melihat berita kalau dia sedang dengat dengan salah satu pengusaha kaya, membuat ku hancur sehancur hancur nya, Aku selalu ke bar tiap malam hanya untuk melupan dia.
besok nya dia datang menemuiku dikosan "apa benar kau telah bersama pria itu Putri, apa ya dikatakan oleh mereka itu benar."Putri menatapku dengan datar
"iya, Aku telah mempunyai kekasih,Aku harap kamu tidak lagi menghubungiku ky, Aku tidak mau kekasih ku cemburu."kata nya tampa rasa bersalah sedikit pun.
"dan ini, Aku kembali kan, Aku tidak bisa memiliki nya lagi kamu bisa menyimpan nya atau mungkin membuang nya.'
kata nya sambil meletakan cicin berlian, yang Aku beri dengan jerih payah ku sendiri. setelah mengatakan itu ia pun berlalu pergi.
dua tahun tidak bersama akhir nya tiba dimana Aku memiliki jabatan tertinggi, daddy mempercayaiku untuk meneruskan perusahaan nya.
Setelah mendapat jabatan dan nama ku mulai dikenal oleh kalangan eksekutif, tapi Aku masih sering menuju club malam, dan Aku bertemu dengan Putri, ia mulai mengoda ku, Aku mengerinyit kan dahiku, setau ku Putri tidak pernah seberani ini.
"kenapa kau terlihat berbeda? dimana kekasih mu?"tanya ku, ia mengerucut kan bibir nya tak suka mendengar perkataan ku "jangan membahas dia."kata nya dengan kesal
"kenapa?"kata ku penasaran, tiba-tiba Putri menangis sambil memeluku, melihat dia yang seperti ini membuat ku cemas
"kenapa?Apa dia menyakiti mu."tanya ku
"dia selingkuh."katanya, Aku pun mengerat kan pelukana nya hanya untuk memberi kekuatan.
"Ayo Aku antar kan kau pulang."kata ku, Aku pun mengatar nya pulang, kali ini tidak mengguna kan motor tapi mengguna kan mobil, didalam mobil kami sama-sama diam.
"kamu apa kabar"tanya nya
"baik, kamu." tanyaku lagi pada nya, bisa kulihat senyum nya yang manis itu
"baik juga, Apa kamu sudah memiliki kekasih."dan aku menjawab dengan gelengan.
saat itu kami pun sama-sama mencoba untuk kembali bersama.
tiba dimana daddy dan mommy menjodohku dengan orang yang tidak ku kenal sama sekali. dengan segala pakasaan Akhir nya aku menyetujui nya.
"Aku sudah mencoba menolak nya, tapi Aku tidak bisa melawan perintah daddy."
"tapi kamu sudah janji ku, kamu sudah janji nggk bakal ninggalin aku, kamu sudah berjanji padaku ky."kata nya dengan histeris
Aku langsung memeluk nya," Aku berjanji sayang, walau pun Aku sudah menikah, Aku tetap bersamamu, hanya untuk beberapa tahun setelah itu, Aku akan mencerai kan nya, dan menikahi mu."janji ku pada nya.
"kamu janji"kata nya lagi
"iya aku berjanji." setelah itu akum mencium nya, menciumnya dan mesra,lama kelamaan berubah menjadi bernafsu. Aku tau ini salah tapi nafsu ku lebih berdominan dari pada akala sehat ku, akhir nya terjadilah penyatuan dosa namun sulit untuk ditolak
saat itu aku tahu bahwa putri sudah tidak perawan lagi, namun karena rasa cintaku besar terhadap nya, aku pun tidak mempermasalah kan nya.
flasback off
terdengar sura ketukan pintu,dan aku pun menyuruh masuk, dan disana manusia laknaat yag paling malas Aku temui
"Ngapain lo kesini?" Ia pun tergelak saat mendengar nada kesal ku
"wees santai bro. Lagi ngapain lo" pertanyaan yang tidak berbobot, jelas-jelas ia melihat aku sedang berkerja dia masih bertanya aku sedang apa.
"Sedang tidur! Lo nggk liat gue sedang apa? Pake nanya lagi" lagi-lagi ia tertawa geli
"Haha ngomong biasa aja lah bro, nggk usah pake urat juga, gimana kabar istri cantik lo."
"Ngapain lo nanya bini gue?" Kata ku kesal, tidak biasa nya ia bertanya tentang istri ku
"Ya siapa tau kalau lo udah bosan, bisa lah kasih ke gue." aku menatap ia tajam
"Langkahin dulu mayat gue"tampa sadar Aku berkata seperti itu
"Hahaha becanda bro, aah lu ma udah nggk asik diajak bercanda"katanya dengan santai
"Serah lo deh." jawab ku malas.
"Eh ki lo masih ingat dewi nggk."aku mengangguk,Aku masih ingat wanita yang bernama dewi ia salah satu fans ku,saat masa SMA dia suka mengikuti membuat ku jengah.
"Nah dia lagi ngadain party di salah satu club dia ngudang gue sama lo kesana."
"Sorry gue nggk bisa." kata ku acuh
"Tumben" kata nya bingung. Aku pun menaik kan bahu ku acuh
"Gue udah janji sama istri gue, kita mau kencan" ia mengerut kan kening nya bingung
"Tumben lo peduli sama istri lo ampe ngajak kencan segala" ia deva alfaro ia sahabat ku dari kecil ia tau semua tentang ku termasuk tentang ku dengan Diana, ia tau percis bagai mana Aku memperlakukan Diana, terkadang ia juga sering membela Diana saat aku atau Putri menjelekkan Diana, menginggat itu membuat ku kesal sendiri.
"Bukan urusan lo" ia hanya mengangkat bahu nya acuh
"Oya, gimana kabar Putri?" Aku menghebus nafas dengan kasar
"Ntah lah, sudah hampi 1 bulan Aku tidak mendengar kabar nya" kata ku dengan sedih
"KY..ky gue heran sama lo, cewe kaya dia, yang nggk pernah peduli sama lo, masih aja di pertahanin?sedangkan dirumah wanita yang selalu setia sama lu dan lu sia-siain, nggk habis pikir gue sama jalan kerja otak lu"kata nya jengkel, Aku berdengus tak suka
"Tapi gue sayang dia"
"Trus, apa dia sayang sama lo? nggk ky, dia nggk pernah sayang sama lo kecuali duit lo." Aku tidak tau jalan fikiran si deva, mengapa dia malah ikut-ikutan jelek-jelekin Putri, Aku yang terlalu malas untuk berdebat pun hanya diam
"Huuf serah lu deh ky, percaya atau tidak, lambat cepat lu pasti nyesel udah pertahanin manusia ular itu, disaat itu tiba lo akan kehilangan semua nya." perkataan deva bagaikan teka tiki buat ku, dan Aku tersadar dari lamunan ku saat pintu tertutup cukup keras
"kenapa dia jadi emosian." kata ku bingung lalu menggelng kan kepala ku.
Saat hendak kembali fokus tapi rupa nya tidak bisa, perkataan deva selalu terngiang-ngiang diotak ku, aku menghepas tubuh kebelakang denga kasar dan merenungkan perkataan deva "benarkah putri seperti itu?" Hah Aku semakin frustasi dibuat nya.
***
Aku mencoba untuk menerima Diana didalam hidup ku, tidak buruk juga, banyak hal yang mengejutkan dalam dirinya, Diana yang polos dan santun membuat ku luluh, ia yang berkali-kali Aku sakiti tapi masih memelih untuk mempertahan kan ku.
saat ini Aku sedang berbaring, Aku memainkan rambut halus yang kecoklatan.
dia sedang sibuk membaca novel kesukaan nya, tampak saerius sehingga Aku teracuh kan.
"Diana."panggil ku. dia hanya berdehem dan masih sibuk membaca setiap kata dalam buku itu.
"ck, sayang. apa kaha itu lebih menarik dari pada Aku."kata ku kesal lalu merebut buku nya dan membuang kebelakang tubuh ku.
"ihh mas, itu udah mau samapai ahkir, itu lagi seru-serunya tau."kata nya dengan merengek seperti anak kecil.
Aku gemas melihat tingkah nya yang lucu, hingga mencium nya gemes.
"iiihhh mas jangan cium-cium terus, bisa kempes pipi Aku."Aku tertawa melihat pipi nya merona.
Aku memegang dagu nya agar ia melihat ku, Aku mengecup bibir nya pelan
melihat dia diam saja, Aku pun mulai melumat nya dan terdengar suara geraman dari Diana membuat ku dengan semngat mencium nya.
ciuaman ku makin lama makin turun menuju leher putih nan jejang itu, membuat ia mendesah.
Aku tersenyum dan melakukan aksi ku, persaan bahagia saat tau hanya Aku yang menyentuh.
saat kami mencapai pelepasan, Aku pun langsung mencium pelipisnya dengan sayang, lalu memeluk nya dengan erat seolah ini adalah pelukan terakir.
"Aku menyayangimu Diana,sangat."setelah mengtakan itu. kami pun tertidur sambil berpelukan
Tbc