bc

Obidient Husband

book_age18+
22
IKUTI
1K
BACA
family
drama
tragedy
small town
illness
weak to strong
like
intro-logo
Uraian

Aku harus bisa memulai semuanya kembali. Demi anak- anakku. Demi masa depan kami. Aku harus bisa dan harus sanggup melewati semua ini.

Bella meyakinkan dirinya, meninggalkan Yoga suaminya adalah pilihan terbaik saat ini. Meninggalkan semua cinta dan harapan, meninggalkan masa depannya, juga meninggalkan semua kemewahan yang ada untuk hidup bahagia.

chap-preview
Pratinjau gratis
New Life
Bella Pov Bella memandang ruko yang sekarang akan menjadi tempat dia tinggal bersama kedua anaknya. Bella menarik nafas panjang dan melangkah masuk. Aku harus bisa! Demi Cassie dan Catherine!, batin Bella. "Jadi bagaimana bu? Mau ambil ruko ini?" "Iyah saya jadi ambil." Aku memilih pindah dari hiruk pikuk Jakarta dan pindah ke Riau, tinggal bersama mamaku. Disini aku memiliki seorang paman yang bisa membantu aku untuk memulai semua dari awal. "Baik saya akan urus semua surat dan perjanjiannya ya bu.", Bella mengangguk mantap. Aku memandang sekeliling dan sudah merencanakan membuat toko kue kecil- kecilan untuk mencoba memenuhi semua kebutuhanku dan anak- anakku. Sekolah anak- anak pun sudah diurus om Hendra. Sehingga dengan mudah Cassie dan Cathie bisa masuk sekolah baik disini. Meski kota yang tidak begitu besar, namun ini tempat yang bisa membuat mereka jauh dari segala aturan yang selama ini membuat aku merasa lelah. Kota masa kecilku dulu. "Bel, kamu yakin?" "Sudah ribuan kali Bella bilang kan ma, Bella yakin. Bella meninggalkan mas Yoga karena Bella sudah lelah ma. Hidup seperti burung dalam sangkar." "Tapi Bel," "Ma, aku sayang mas Yoga. Andai aku masih bisa memilih bertahan, aku pasti bertahan. Tapi aku tidak bisa membiarkan anak- anak hanya mengikuti kemauan oma mereka tanpa melihat keinginan mereka. " "Oke. Mama selalu ada buat kamu. Asal kalau sudah waktunya pulang, kamu harus kembali ke suami kamu Bel.", Bella mengangguk. "Bel,", kak Indra menghampiri mereka bersama dengan istrinya kak Santi. "Hai kak." "Pagi tante.", kak Indra memeluk mama, kak Indra memang menganggap mama seperti ibunya sendiri. Dari kecil, kak Indra memang selalu akrab dengan mama. Bahkan tante selalu menyindirnya bukan anaknya melainkan anak mama. Jujur mama memang orang yang hangat, jadi semua yang dekat dengannya bisa merasakan kasih sayang yang dia berikan. "Bagaimana sudah deal?", tatapan kak Indra membuyarkan lamunanku. "Sudah kak. Bantu aku ya." "Pasti Bel, kamu harus yakin dulu dengan apapun yang kamu mau lakukan. Kakak pasti bantu kamu." "Terima kasih kak.", kak Indra mempunyai banyak relasi dari beberapa usahanya. Dia cukup dikenal di kota ini. "Bel, ada apa- apa cerita ya.", ucap kak Santi membuat aku tersenyum. kak Santi sudah setahun ini menjadi istri kak Indra, dan saat ini dia sedang mengandung lima bulan. "Aku cuma takut kalau keluarga mas yoga mencari aku kak. Aku takut mereka ambil anak- anak aku." "Tenang aja. Disini wilayah kakak, mereka nggak akan bisa sentuh kamu dan anak- anak kamu." "Terimakasih ya kak. Aku nggak tahu harus bagaimana kalau nggak ada kakak." "Kita besar sama- sama Bel. Meski kita hanya sepupu, kakak sudah anggap kamu kayak adik kandung kakak. Apalagi papa mama sayang juga sama kamu dan Ryan. Oh ya Ryan bagaimana?" "Dia nanti nyusul kak. Setelah wisuda dan surat kelulusannya keluar." "Nanti biar dia bantu kakak aja. Dia bisa bantu urus salah satu usaha kakak." "Terimakasih banyak ya kak." "Bel kalau kamu masih bilang terima kasih terus, kakak akan plester mulut kamu. Kakak tulus jadi nggak perlu terima kasih sama kakak. Ngerti?", aku hanya mengangguk. Kak Indra memang selalu menjaga aku dan Ryan dari kecil. Dulu kami besar di kota ini, kami pindah ke Jakarta karena papa dulu kerja di Jakarta dan membuat kami ikut kesana. Tapi Tuhan berkehendak lain, papa meninggal saat aku baru masuk SMP, karena sakit. Dan semenjak itu mama berusaha sendiri untuk menghidupi, membesarkan kami. Sampai kejadian kemarin dalam rumah tangga aku membuat aku memutuskan untuk pergi. Meninggalkan orang yang aku cintai, meninggalkan kehidupanku dan masa depanku bersama dia. *zezil* Author Pov "Kalian dimana sayang?", gumam Yoga dibelakan meja kerjanya. Penampilan yang biasa gagah dan tampan sirna dengan muka yang terlihat seperti belum tidur. Ya Bella, nama yang selalu aku rindukan. Bahkan setiap nafasku, aku benar- benar kehilangan dia, separuh nafasku. Salahku tak bisa melarangnya pergi dari hidupku. Saat ini jangankan keberadaannya, melihat ujung kukunya pun aku tak bisa. tok..tok..tok.. "Permisi pak.", terlihat tiga orang berjas hitam masuk ke ruangan Yoga. "Bagaimana?" "Ma.. maaf pak, kami belum bisa menemukan istri bapak." "BUAT APA KALIAN KESINI KALAU BELUM KETEMU?!!!", Yoga memang menyewa orang untuk mencari keberadaan Bella istrinya. "Ma.. maaf pak tapi ibu Bella seperti ditelan bumi pak.", ucap salah satu pria yang disana dengan sedikit raut ketakutan. "LALU BUAT APA SAYA BAYAR MAHAL KALIAN?! KALAU MENEMUKAN ISTRI SAYA SAJA TIDAK BISA?!!", nada suara Yoga mulai meninggi. "Maaf pak." "CARI DIA!! BAWA DIA KEMBALI ATAU KALIAN AKAN MENYESAL!!" "Baik pak.", mereka pun meninggalkan Yoga. Yoga meraup mukanya kasar. Seminggu tanpa istrinya bagai hidup tanpa nahkoda. Istri yang dipujanya, istri yang dicintainya. Aku rindu kamu yang. Aku rindu memeluk kamu. Batin Yoga rasanya ingin berteriak. Memandang wajah istrinya di foto keluarganya yang ada di meja kerjanya. "Jadi kamu masih mencari istri yang meninggalkan kamu?", seorang wanita paruh baya masuk ruang kerja Yoga dan duduk di sofa ruang kerja Yoga. "Mi,", Yoga menghampiri dan mencium pipi ibunya. "Kamu sudah ditinggalkan masih saja mencari dia." "Mi, dia istri Yoga." "Istri yang meninggalkan kamu." "Dia ibu anak- anak Yoga juga mi." "Tapi dia tidak bisa memberi cucu laki- laki buat mami. Mami mau penerus laki- laki Yoga." "Mi toh sekarang sama saja. Banyak anak perempuan yang bisa lebih baik dari anak laki- laki." "Sudahlah Yoga, jangan bela wanita kampung itu. Dia sudah pergi ninggalin kamu! Lebih baik kamu ceraikan dia saat menemukannya. Lebih baik kamu sama Angel, dia masih menunggu kamu. Apa kurangnya Angel, dia juga sangat mencintai kamu." "Mi ribuan kali Yoga bilang, Yoga nggak akan menceraikan Bella. Kalau mami memaksa, jangan salahkan kalau aku pergi dari hidup mami juga." "Kenapa kamu sekarang selalu bantah mami Yoga?" "Karena Yoga sudah kehilangan istri dan anak Yoga, dan Yoga sudah terlambat menyadari kesalahan Yoga mi." "Maksud kamu? Kamu nyalahin mami?" "Mi tolong jangan selalu paksakan kehendak mami. Kalau dulu saat Yoga sendiri, mami boleh atur hidup Yoga, sekarang Yoga punya keluarga, Yoga harus memikirkan perasaan anak istri Yoga mi." "Tapi istri kamu itu sudah melukai harga diri mami Yoga." "Karena mami memaksakan kehendak mami. Mami terus memaksa Bella, menyuruh dia untuk program bayi tabung untuk cucu laki- laki. Bella bukan tidak mau, tapi dia masih menjaga jarak, Cassie dan Cathie masih membutuhkan dia mi. Mami juga memaksakan untuk anak- anak bisa ini itu. Mi, mereka masih kecil." "Tapi ini untuk masa depan mereka." "Masa depan atau gengsinya mami?", Yoga menatap ibunya sesaat. Lalu Yoga beranjak menghampiri meja kerjanya, mematikan laptopnya dan membereskan semua berkas di meja. Lalu pergi begitu saja, meninggalkan maminya yang masih menatapnya marah. "Lisa, batalkan semua jadwal saya hari ini.", ucap Yoga berjalan melewati sekretarisnya itu, meninggalkan ruang kantornya. "Baik pak.", Lisa sudah hafal, selama seminggu ini, setiap ibu bosnya datang, pasti hasil akhirnya bosnya pergi meninggalkan kantor. Yoga duduk di dalam mobil, memenggengam stir mobilnya dengan kuat. Dari kecil, dia tidak pernah membantah ibunya, baru setelah Bella pergi, dia tahu bahwa ibunya tidak selalu benar. *zezil*

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook