Mengenang

2086 Kata

Ilmi tengah menarik napas berulang kali sejak mengajari Lettasya menyulam pagi tadi. Namun bukan hanya Ilmi yang sepertinya stress karena situasi yang di hadapinya kali ini, melainkan Lettasya juga merasakan hal sama. Ia merasa ingin menjerit karena pembelajaran yang menurutnya sangat tidak bermanfaat ini. Untuk apa ia yang akan menjadi seorang permaisuri di istana ini belajar menyulam? Akan tetapi wanita tua dengan pemikiran kolotnya yang terlalu patuh akan peraturan istana terus merongrongnya. “Ilmi, bukan kah lebih baik jika aku belajar memanah?” usul Lettasya mencoba membujuk. “Atau membuatku berlatih pedang mengingat beberapa hari lalu seseorang menyerangku dan ingin membunuhku.” Dengan tegas Ilmi menggelang. “Tidak ada wanita di istana ini yang memegang pedang, Nona. Terlebih anda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN