“Yang Mulia,” sapa Lettasya begitu melihat Orion memasuki ruangan. “Bagaimana menurutmu ruangan ini?” Lettasya mengangkat wajah. Mata cokelatnya memindai ruangan tersebut. Pada atap yang terdapat sebuah lukisan dewa zeus beserta penghuni Olympus, pada ranjang berpilar empat dengan tirai terkulai, begitu juga selimutnya. Pada dinding-dinding kokoh berwarna cokelat yang dihisai lukisan mahal serta berjendela yang dapat melihat pemandangan taman serta air mancur utama, juga pada permadani tebal yang ia yakini didapat dari pedagang Persia. “Semua ini….” Lettasya mencoba memilih kata yang tepat. “Luar biasa.” “Aku tahu kau akan suka.” Orion menghampiri Lettasya lebih dekat, diraihnya tangan wanita itu untuk kemudian diberi sebuah kecupan. “Karena kelak ini akan menjadi kamar kita berdua.”

